Sabtu, 26 Juni 2021

 "Sa Cawana bene, Si Cita waya ca Tumow"

"Sa Cawana Ate, Si cita waya ca Rondor"

"Sa Cawana Mbale, Si cita waya Cawana Paumungan"



("Kalu Nda Ada Padi, Torang Samua Nda Mohidop"

"Kalu Nda ada Hati, Torang Samua nda Lurus"

"Kalu Nda ada Rumah, Torang Samua So Nda Tampa Tinggal)




📷 Lokasi Sitis Budaya Batu Karema


#Tontemboan #bapontar #Tuama #likeminahasa #sulawesiutara #manado  #likeforlikes #kawasaran #KawasaranKarapiWaya #karapiwaya #savewaruga #LesarikanBudayaMinahasa  #waruga #iyayatusanti #ExploreMinahasa 

#minahasa #manguni #waraney #kabasaran #TuamaLeos #kolintang #kotatomohon #mapalustontemboan #likeforlike #Tomohon #iminahasa #indonesia  #touminahasa  #exploreSulut #BudayaMinahasa

Sastra Kawasaran Sumonder

 COPAT!” (letakkan kaki kanan kedepan) kemudian:

“TUMBAL!” (tombak diletakan berdiri pada sebelah kaki kanan) sekarang:

“KUMURU!” (mengangguk atau membongkok sedikit dengan kepala) kemudian:

“TUMO’OR!” (berdiri tegak lurus). Kemudian menyusul:

“WARENG!” (kembali pada keadaan semula),

“TEMBOIYEN!” (tumbak dipegang kembali) – dan sekarang: (penangkis dipegang).

“IPALA!” (tombak agak dimiringkan, untuk menikam). Sekarang yang akhir:

“WANGUNAN!” (perindah – tusuk dengan tombak; tangan ber-getar2, mata diarahkan ketujuan yang akan ditusuk),

“EH! EH! – IH!” (dan teriakan, berteriak dan menyentak dengan kaki-kiri, dengan kaki- kanan diangkat ke arah belakang, mereka berusaha menikam apa yang di anggap mereka dalam hayalan.

(Komandan memanggil) De aanvoerder roept:

“WARENG!” (kali ini berarti) Perbaiki!) Ditmaal beteekenende: “Herstelt u!”

“RAMBUN!” (tiga langkah ke belakang!”) Drie schreden achteruit!

“TJOPAT!” (kaki kanan ke depan!) Rechtervoet vooruit!

“ITUMBAL!” (letakkan tumbak!) Zet neer de lans!

(sekarang terus bersambung) En nu zonder Tempos:

“WANGUNAN!” ( per bagus! Meloncat, sambil berteriak pula! Eh! Eh! Sampai mereka tenang) Mooi gedaan! Daar springt, en gilt het weer! Eh! Eh! Tot zij tot rust komen. (tapi sekarang mendengung:) Maar nu weergalmt het:

“PAKASA PE!” (satu kali lagi! – kembali terulang permainan yang sama) nog eens – en weder herhaalt zich hetzelfde spel.

“WARENG!” (barisan perbaiki!) zij herstellen zich.

“MASARU!” (berhadapan!) tegenover elkander!

“MELANGKAWIT!” (balikkan badan!) draait elkander den rug toe!

“TUMONDONG!” (sesuaikan barisan saling ber-turut2!) schikt u achter elkander!

“TJOPAT!” (kaki kanan kedepan!) rechtervoet vooruit!

“RUMAMBUN!” (tiga langkah mundur!) drie passen achteruit verzetten,

(dan sekarang:) en nu:

“WANGUNAN MATURA!” (perbagus menikam! – perbagus sambil berteriak: - eh – eh – akhir selesai teriakan dan pandangan – sampai tanda istirahan didengungkan) - mooi gedaan! - Dat gilt en schreeuwt: - eh – eh – eh, dat u hooren en zien vergaat – tot het teeken tot rust gegeven wordt.

(sekarang berarti:) Nu heet het:

“SUMIRI!” - (beri hormat pada orang2 yg diberi penghormatan dengan tarian ini) geeft eer (aan de mensen te wier eer gespeeld wordt)

(mereka membungkuk, sambil menarik salahsatu kaki kebelakang dan menggetarkan tumbak) zij buigen, trekken een voet achteruit en schudden met den sago-sago.

“WARENG!” (kembali!) Weder terug.

“TIMBOIJEN!” (pegang teguh!) Vasthouden

“TUMBAK!” (tikam!) Om te steken

“WANGUNAN!” (perbagus!) Mooi – mooi

“SUMEMBANG!” (mari datang membantu!) Komt elkander te hulp

(empat, lima à enam berlompatan mengelilingi sambil membayangkan sesuatu benda – eh! eh!eh! mereka berteriak sampai musuh telah di kalahkan – Hi – i – i – i – eh!)

Vier, vijf a zes springen rondom een denkbeeldig voorwerp – eh! eh! eh! – gillen zij uit tot de vijand overwonnen is – Hi – i – i – i eh!

“KIPITEN!” (rapatkan barisan, perisai dijepit lengan) Vastsluiten, het schild onder den arm.

“TUMAMOR!” (bunyikan tambur!) Trommelen, tamboeren)

“RUMAMBAK!” (sentakkan kaki, diulangkan menjentak di atas tanah, sekali lagi!) Stamt met de voeten bij herhaling stampen zij op den grond, nog eens.

“WANGUNAN!” (dan penghabisan kali meloncat, tusuk dan berteriak Eh! Eh! Eh!) En voor het laatst springen, steken en gillen Eh! Eh! Eh!


Sastra Kawasaran Tontemboan

 

Kawasaran
Maketer-keter / Kumeter= Sikap Siap Sempurna(Bersiap Kuat)
Wangunen Kelung = Angkatlah Perisai.
Mayo'o kita Mengalei Asi Kasuruan - Marilah kita berdoa kepada Tuhan.
Ulit
Maketer - Bakuat
Sumari Mico - Menghadap Timur.
Maketer -
Sumaru Meko - Menghadap Selatan.
Maketer -
Sumaru Mako - Menghadap Barat.
Maketer -
Sumaru Monge - Menghadap Utara.
Maketer -
Masaruan - Saling Berhadapan.
Tumbalen Kelung - Hentakkan Kelung Ketana.
Sumiri Asi Tuang Wangko - Beri Hormat Kepada Tuan Besar
Tumulung -Berdiri
Wangunen Kelung - Angkatlah Perisai.
Gegeren _ Yero'en - Getarkan atau Goyangkan.
Kumopat - Maju Satu Langka Kedepan,
Pakasape - Sekali Lagi (Pemain Saling Bergadapan Sambil saling Mengancam)
Wareng An Tampa - Kembali Ke Tempat Semula.
Mengkalowitan _ Malongkawitan - Pemain sabil berlari dan tukar tempat.
Masaruan - Saling Berhadapan.
I Yayat U Santi 3 X
Tambor / Tengkor
Sumakale - Angkatlah pedangmu dan Mulailah Menari.
Parasen Lesar - Bersihkan dari Roh Jahat atau hal yg tidak Baik
Pasoen - Saling Memanasi.
(Pemimpin Cari lawan Satu lawan satu)
Mento - Berhenti
Kumoyak

Koyake ya i koyak kee, Koyak Ne Waraney Yo Koyak kee.2x

Koyake ya i Koyak kee, Santi Ne Waraney Yo Koyak kee.2x

Wale ne Waraney Ya Rambu-rambuna yoo Koyak Ke...2x


Mento - Berhenti
Mentalicuran - Saling Balik Belakang.
Kumuru - Merunduk.
Wetaen Kelung, Santi Wo Bengkow - Lepaskan Perisai, Pedang dan Tombak.
Tumulung - Berdiri.
Lalayaan I poka
Tambor Lumionda/Malionda - Menari-Nari.
Mento - Berhenti.
Tambor Lumaya Laya- Bersenang Senanglah. (MaMera-Mera - Pemain sambil Menari dan pegangan tangan)
Mento - Berhenti
Mentalicuran - Saling Balik Blakang.
Kumuru - Merunduk.
Indone Kelung, Santi Wo Bengkow
Tumulung - Berdiri
Mento Ohhh - Berhenti
Sumerar - Berpencar

Tarendem Tontemboan

 “WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh ! (“menyanyi bagus-bagus – eh!) 

(dan semua pemain mengulanginya) 

(Kemudian pemimpin menyanyi kembali:) 

EN TAWI OKKA SI TOWAN BANGKO – eh! (artinya: “karena yg terhormat sudah dekat – (yang diulangi kembali oleh pemain2)

(Diulang) Weder: WO IJERE-ERE IN TJALO’ORAN – eh! (artinya: “Dan cari kebagusan – eh!) 

(di ulangi oleh semua pemain) 

EN NISIRI SI TUWAN EH ROJOR! (artinya: “Untuk penghormatan bagi si pengunjung, yang bagus” 

WO SI AIPATAR IN TANAH WANGKO – eh! (artinya: “Dan yang memerintah pada umumnya tanah yang besar – eh!” (ulang: selanjutnya selalu diulang) 

SE RAIJO WO MANGE TAJANG – eh! (artinya: “mereka yang akan pergi tidak begitu jauh – eh! 

SE MAKALO MAKARETUKAN – eh! (artinya: “mereka adalah kawan pula, kawan persekutuan – eh! 

WO SE MAWEE IN MAKAARUIJEN – eh! (artinya: “Dan mereka pemberi hibur kemakmuran – eh!” 

MAKAARUIJEN WO MAKASALEEN – eh! (artinya: “Hiburan (kemakmuran dan kegembiraan – eh!”: 

ANA WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh! (artinya: “Sebab itu bernyanyilah yang bagus – eh !”) 

IPALO’OR SI TUWAN – EH ROYOR! (artinya: “Untuk menyenangkan perasaan – si tamu yang mulia!”) 

SE MAIJO MALO’O-LO’OR – eh! (artinya: “Yang datang untuk membuat senang” 

WO MEE IN TJALO’ORAN – eh! (artinya: “Dan memberi kesenangan – eh !”:

WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh! (artinya: “Dan buatlah nyanyiannya yang bagus – eh!”

EN PENEMBO-NEMBON NE TUWAN – eh royor! (artinya: “Agar supaya dilihat oleh tamu tsb, agar ia senang.”

SE MAKALO MAKARETUKAN – eh! (artinya: “Mereka Kawan2 dan kawan Persekutuan – eh!” selalu di ulang.

Sastra Kawasaran Tombulu

Kawasaran.

Makatren - Kuat sikap siap Sempurna
Sumaru Sendangan - Menghadap Timur
Sumaru Timu - Menghadap Selatan
Sumaru Talikuran - Menghadap Barat
Sumaru Amian - Menghadap Utara.
Mahsaruan - Saling Berhadapan
Waunen Kelung - Angkatlah Perisai
Gogoen ung Kelun - Getarkan kelung
Tumbalen kelung - Hentakan Kelung ke Tanah
Sumigi - BeriHormat
Rumendai - Berdiri Siap

Masaruan - Saling Berhadapan
Malalesan - Maju kedepan Tempat lawan
Mazuzutan - Saling Memanasi dengan lawan
Sumoisoi - Mundur ke Tempat Semula
Mahlongkawitan - Maju ke depan Tempat lawan Bermain
Masaruan - Saling Berhadapan
I Yayat U Santi 3X
Tambor.
Pazuen - Saling Memanasi, Pemimpin cari 1 lawan satu.
Mento - Berhenti,
Meimo Kita Kumoyak
Tambor 3x
Koyake yai koyake ke koyak ke waraney yo Koyak keee 2x,
Azo meimo - meimo ko iwali naimo yo koyak kee 2x,
Wale ne Waraney ya Rambu-rambunan yo koyakke 2x.
Sumoisoi - kembali ke tempat semula
I yayat u santi

Mento - Berhenti
Rumungku I Zeta Kelung wo Santi
- Merunduk Lepaskan Pendang dan Perisai
Rumendai - Berdiri
Lalayaan i Poka - Bersenanglah dan Tepuk Tangan 3X
Ma Sigian - Saling hormat seperti berjabat tangan 3x
Rumamba - Hentakkan Kaki 3x
Tambor Malionda - Menari tangan di pinggang
Mento - Berhenti
Tambor Lumaya - Menari Bersenanglah
Mento - Berhenti
I Yayat U Santi
Pemimpin mengarahkan pemain untuk Keluar...

Tentang kawasaran

 


Apa Itu Kawasaran..???
Kawasaran
Adalah tarian suku Minahasa yang dulunya para penari Kawasaran ini disebut Waraney yang keseharian mereka hanyalah Sebagai Petani, namun ketika ada yang datang Mengganggu atau mengacam merekalah yang akang menjaga dan melindungi Desa/Negerinya Kelung Umbanua(Pelindung Negeri/Pelindung Kehidupan).

Tapi karna sudah Dijaman Modern jadi dipakai untuk Mengantar Jenazah para walian, Tonaas dll. Juga Menjemput Tamu para Bembesar presiden, mentri, gubernur, bupati atau orang Penting lainya, dan juga sekarang Biasa dipakai dalam Pesta Pernikahan Membuka jalan.

Titip

 https://www.pornhub.com/view_video.php?viewkey=ph6040ab9ea10ae



Makapulu Sama asi Kasuruan, Pa'paan asi Endo anio si Empung me'e Sangataun ang katouanku wo Winean Keter wo Owak Sama.