Kamis, 11 Desember 2025
𝐖𝐀𝐑𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐍𝐆𝐊𝐄𝐇 𝐌𝐈𝐍𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀: 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐁𝐈𝐁𝐈𝐓 𝐊𝐄 𝐑𝐔𝐌𝐀𝐇
𝐖𝐀𝐑𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐍𝐆𝐊𝐄𝐇 𝐌𝐈𝐍𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀: 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐁𝐈𝐁𝐈𝐓 𝐊𝐄 𝐑𝐔𝐌𝐀𝐇
Sepanjang bulan Agustus berlangsung suatu aktivitas khusus di distrik Kawangkoan dan sekitarnya; titik utama dari aktivitas ini adalah distrik Sonder, pusat terpenting dari budidaya cengkeh di Minahasa. Budidaya ini bukanlah sesuatu yang terlalu penting secara umum untuk Minahasa, namun untuk distrik yang telah disebutkan sebelumnya, hal ini sangat berarti. Alasan penulisan artikel ini adalah fakta yang cukup menarik bahwa tidak banyak orang Eropa yang tahu, bahkan mereka yang sudah lama tinggal di sini, bahwa "tjingke" (sebutan lokal untuk cengkeh) menghasilkan kualitas terbaik di tanah Minahasa dari tanah vulkanis yang terdrainase baik, di daerah pegunungan dengan ketinggian 300 sampai 600 meter di atas permukaan laut.
Pohon cengkeh muda tumbuh dari benih, yang dalam banyak kasus kehilangan daya kecambahnya beberapa minggu setelah panen, terutama jika tidak segera digunakan di pembibitan. Untuk menjamin ketersediaan benih, petani cengkeh memotong bunga dengan batang kecil saat hanya ada beberapa tandan yang baru mulai berbunga. Pembungkusan buah dilakukan dengan cara biasa (menyelubungi dan mengangkat "tjingke" pada saat yang pas, saat musim ramai sudah dekat, dan hampir tidak terdapat bahan yang dibutuhkan untuk pembibitan di toko-toko). Sehingga, di hampir setiap rumah tangga di distrik tersebut, terdapat sisa bahan benih cengkeh yang cukup untuk pembibitan pohon cengkeh.
Setelah itu, perempuan Minahasa biasanya menanam bibit muda dalam potongan batang pisang. Benih-benih yang diambil dari dalam batang tersebut, yang sebelumnya telah ditanam di tanah kebun, diletakkan di atas pembungkus daun pisang yang sudah diisi dengan tanah subur. Dengan demikian, akar benih akan tumbuh lurus ke bawah dan setelah beberapa minggu, muncul tunas kecil yang berdaun.
Pohon cengkeh muda lalu dipindahkan ke tanah, tidak dengan batang pisangnya tetapi dengan tanah dan akar yang terbentuk di sekitarnya. Bibit muda akan tumbuh lebih baik dibandingkan jika dipindahkan telanjang, dan lebih sedikit yang gagal tumbuh. Anak-anak pohon cengkeh berkembang perlahan di tahun-tahun pertama, terlihat di lanskap Minahasa sebagai pohon dengan daun-daun hijau dan cerah. Biasanya pohon ini mulai berbunga setelah angin pertama bertiup lembut, dan saat itulah cengkeh menjadi perhatian.
Pohon dewasa sendiri sangat kuat, dan hanya sedikit tanaman yang memiliki kayu sekuat pohon cengkeh dewasa. Tingginya bisa mencapai sekitar 12 sampai 15 meter. Batang utamanya berwarna coklat kemerahan dan cabangnya penuh daun tebal. Jika tak ada angin kencang, pohon ini bisa hidup berabad-abad. Buah dari pohon ini adalah bunga cengkeh.
𝐅𝐚𝐤𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤: Cengkih pertama kali ditanam di Minahasa, tepatnya di Sonder, sekitar tahun 1860-an. Bibitnya dibawa oleh Albert Waworuntu dari Maluku sepulang ia menempuh pendidikan di sekolah pertanian di Batavia, lalu ditanam di Gunung Lengko'an. Albert Waworuntu saat itu menjabat sebagai Kepala Walak II Sonder, menggantikan kakeknya, Tololiu Hermanus Willem Dotulong. *Eddy Rawis
𝘓𝘰𝘬𝘢𝘴𝘪: 𝘔𝘪𝘯𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢
𝘍𝘰𝘵𝘰𝘨𝘳𝘢𝘧𝘦𝘳: 𝘑.𝘏.𝘙 𝘉𝘳𝘰𝘦𝘥𝘦𝘳
𝘒𝘰𝘭𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘧𝘰𝘵𝘰: 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘉𝘶𝘪𝘵𝘦𝘯, 19-03-1932
𝘙𝘦𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯𝘴𝘪: 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘑.𝘏.𝘙 𝘉𝘳𝘰𝘦𝘥𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘊𝘦𝘯𝘨𝘬𝘦𝘩 (𝘌𝘶𝘨𝘦𝘯𝘪𝘢 𝘢𝘳𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘤𝘢)
Senin, 05 Mei 2025
Cerita Berdirinya Kawasaran Karapi Waya
Kawasaran Karapi Waya
Awalnya Seorang Anak Muda Bernama Rafael Tumewu ingin sekali Belajar tentang budaya Lebih kusus Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, sudah ada Kostum yang di Buat Melihat Contoh di Tumpukan Kawasaran yang sudah ada dan juga melihat di Internet.
Anak Muda tersebut selain belajar di internet, karna dia ingin skali belajar tentang Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, dia Bergabung Bersama teman² di desa Kauneran Sonder yang sudah lebih dulu belajar tentang Tarian Kawasaran ini, sebelum di Namakan Kawasaran Sumonder (Penamaan Kawasaran Sumonder Bertepatan Dengan Pentahbisan Gereja Katolik Hati Kudus Sonder), dan Juga Mengajak Saudara Fredy Wowor untuk Melatih Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, karena dia memiliki Buku yang Mencatat tentang sastra tua kawasaran di sonder dari Buku Grafland. Kamipun Belajar tentang Gerak dan pola yang ada sanpai Bisa (Karena Akan Tampil Perdana dalam Pentahbisan Gereja)
Juga Bertanya kepada Guru Utu Semet di Tincep yang mungkin Satu²nya Pemain Kawasaran yang masi ada.
Singkat Cerita
Tersirat di Benak Kenapa Nda beking di Kampung sndiri, dan juga di kampung lainya.
Kemudia dia menemui Kepala desa/Kuntua desa Sendangan satu Bapak Calvin Wangko, dan bercerita tentang Rencana Pembentukan Tumpukan Kawasaran di desa Sendangan Satu, Kepala desapun Sangat senang dan Mengapresiasi tentang usulan tersebut.
Dan Umumkan kepada Masyarakat pada tanggal 30 - Maret - 2017.
Sehingga dimulailah Pencarian Anggota Grub untuk melengkapi,
Orang pertama yang Bergabung Tuama Yuri Sorongan kemudian Tuama Carlos Pesik, Tuama Jendry Tandayu, Tuama Rizal Fibri, Tuama Jurgen Tumewu, Tuama Tino Walukow, Tuama Vikly, Tuama Timothy Untung, Tuama Ratsen Kasehung, dan Tuama Reidy Bandil.
Kami Berlatih agar bisa menampilkan Tarian Tersebut Perdana kepada Masyarakat Sendangan Satu.
Sehabis Menampilkan kepada masyarakat sehingga di kumpulkanya Seluruh anggota untuk Memberi nama Tumpukan Tarian Tradisional Tersebut, dan Berundinglah semua Anggota dan disepakati menggunakan nama KAWASARAN KARAPI WAYA (Teman Semua)
Dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat, hapir setiap hari Kami Berlatih, karena akan menampilkan tarian kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sonder.
Tibalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Dan pawai Pembangunan di tetapkan pada Tanggal 21 Agustus 2017.
Dan di Tetapkan Pula Tanggal 21 Agustus 2017 sebagai Hari Ulang Tahun tumpukan kawasaran Karapi Waya.
Kawasaran Karapi Waya Juga Perna Melatih Pembentukan kawasaran Baru yakni
Kawasaran Temburkaru,
Kawasaran Puserintana,
Kawasaran Tou Kuntung,
Kawasaran Matuari OMK,
Juga Melatih ex-Skul di Sekolah SMK Katolik Santa Familia Tomohon.
Juga Membentuk Komunitas Budaya Mapalus Tontemboan yang Tergabung dari Beberapa Desa.
Di Bawah ini Adalah Foto² Tumpukan Kawasaran Karapi Waya dari Pertama Hingga Sekarang:
Langganan:
Postingan (Atom)

