COPAT!” (letakkan kaki kanan kedepan) kemudian:
“TUMBAL!” (tombak diletakan berdiri pada sebelah kaki kanan) sekarang:
“KUMURU!” (mengangguk atau membongkok sedikit dengan kepala) kemudian:
“TUMO’OR!” (berdiri tegak lurus). Kemudian menyusul:
“WARENG!” (kembali pada keadaan semula),
“TEMBOIYEN!” (tumbak dipegang kembali) – dan sekarang: (penangkis dipegang).
“IPALA!” (tombak agak dimiringkan, untuk menikam). Sekarang yang akhir:
“WANGUNAN!” (perindah – tusuk dengan tombak; tangan ber-getar2, mata diarahkan ketujuan yang akan ditusuk),
“EH! EH! – IH!” (dan teriakan, berteriak dan menyentak dengan kaki-kiri, dengan kaki- kanan diangkat ke arah belakang, mereka berusaha menikam apa yang di anggap mereka dalam hayalan.
(Komandan memanggil) De aanvoerder roept:
“WARENG!” (kali ini berarti) Perbaiki!) Ditmaal beteekenende: “Herstelt u!”
“RAMBUN!” (tiga langkah ke belakang!”) Drie schreden achteruit!
“TJOPAT!” (kaki kanan ke depan!) Rechtervoet vooruit!
“ITUMBAL!” (letakkan tumbak!) Zet neer de lans!
(sekarang terus bersambung) En nu zonder Tempos:
“WANGUNAN!” ( per bagus! Meloncat, sambil berteriak pula! Eh! Eh! Sampai mereka tenang) Mooi gedaan! Daar springt, en gilt het weer! Eh! Eh! Tot zij tot rust komen. (tapi sekarang mendengung:) Maar nu weergalmt het:
“PAKASA PE!” (satu kali lagi! – kembali terulang permainan yang sama) nog eens – en weder herhaalt zich hetzelfde spel.
“WARENG!” (barisan perbaiki!) zij herstellen zich.
“MASARU!” (berhadapan!) tegenover elkander!
“MELANGKAWIT!” (balikkan badan!) draait elkander den rug toe!
“TUMONDONG!” (sesuaikan barisan saling ber-turut2!) schikt u achter elkander!
“TJOPAT!” (kaki kanan kedepan!) rechtervoet vooruit!
“RUMAMBUN!” (tiga langkah mundur!) drie passen achteruit verzetten,
(dan sekarang:) en nu:
“WANGUNAN MATURA!” (perbagus menikam! – perbagus sambil berteriak: - eh – eh – akhir selesai teriakan dan pandangan – sampai tanda istirahan didengungkan) - mooi gedaan! - Dat gilt en schreeuwt: - eh – eh – eh, dat u hooren en zien vergaat – tot het teeken tot rust gegeven wordt.
(sekarang berarti:) Nu heet het:
“SUMIRI!” - (beri hormat pada orang2 yg diberi penghormatan dengan tarian ini) geeft eer (aan de mensen te wier eer gespeeld wordt)
(mereka membungkuk, sambil menarik salahsatu kaki kebelakang dan menggetarkan tumbak) zij buigen, trekken een voet achteruit en schudden met den sago-sago.
“WARENG!” (kembali!) Weder terug.
“TIMBOIJEN!” (pegang teguh!) Vasthouden
“TUMBAK!” (tikam!) Om te steken
“WANGUNAN!” (perbagus!) Mooi – mooi
“SUMEMBANG!” (mari datang membantu!) Komt elkander te hulp
(empat, lima à enam berlompatan mengelilingi sambil membayangkan sesuatu benda – eh! eh!eh! mereka berteriak sampai musuh telah di kalahkan – Hi – i – i – i – eh!)
Vier, vijf a zes springen rondom een denkbeeldig voorwerp – eh! eh! eh! – gillen zij uit tot de vijand overwonnen is – Hi – i – i – i eh!
“KIPITEN!” (rapatkan barisan, perisai dijepit lengan) Vastsluiten, het schild onder den arm.
“TUMAMOR!” (bunyikan tambur!) Trommelen, tamboeren)
“RUMAMBAK!” (sentakkan kaki, diulangkan menjentak di atas tanah, sekali lagi!) Stamt met de voeten bij herhaling stampen zij op den grond, nog eens.
“WANGUNAN!” (dan penghabisan kali meloncat, tusuk dan berteriak Eh! Eh! Eh!) En voor het laatst springen, steken en gillen Eh! Eh! Eh!