Jumat, 07 Mei 2021

Lagu Amang Kasuruan Tontemboan Minahasa

 


Sejarah Lagu Amang Kasuruan.

Pandangan John Mapaliey tentang “TUHAN” dan proses lahirnya lagu AMANG KASURUAN.

Pengertian dari Rengan-rengan adalah Karengan I kayobaan tumou ( Adam yang bersetubuh dan melahirkan keturunan).

Kasuruan adalah tokoh Adam yang dianggap sebagai tertinggi oleh pandangan orang Minahasa tua saat baru mulai mengenal injil sebagai wujud Allah.

Adam adalah Kasuruan tertinggi.

Ketika mereka mencari penguasa tertinggi yang disebut-sebut dalam ajaran Alkitab, mereka hanya sanggup memahami wujud Allah melalui Adam.

Amang Kasuruan ( Bapa Adam yg sama juga dengan Bapa Tuhan).

Dengan arti luas, Kasuruan adalah : Tuhan Pencipta, yang Ilahi, bersemayam di Surga.

Kata Opô Wananatas memiliki pengertian “yang tertua dan yang tertinggi”

John memahami Tuhan sebagai Kasuruan dari pada memahaminya sebagai Opo Wananantas. Dari pemahaman itu pada tahun 1956 lahirlah lagu berjudul : “Amang Kasuruan”,

LAGU AMANG KASURUAN

Cipt. John Mapaliey

Tahun 1956

Syair bahasa Tountembouan dalam dialek yang digunakan di Rumoong Atas dan pengertiannya dalam adaptasi bahasa Indonesia.

Amang Kasuruan, Bapa Pencipta

Kasuruan Wangkô Pencipta yang besar

Wuka’an nai lalan Bukakanlah jalan

Wayaan nami Tempat kami berjalan

Pa kulu-kulu nai Jamah-jamahlah

Pa loindong-loindongan Lindungi-lindungilah

Pa sule-sulenai Topang-topanglah

wayaan nami Perjalanan kami

Kêli-kêliên nai, Perbanyak-banyaklah

Wutu – wutulên nai Benar-benarkanlah

êm waya-waya Ya semuanya

Kasalé’én Kesukaan

ka’aruyen Penghiburan

ang katouwan nami dalam hidup kami

Tawa-tawangên nai, Tolong - tolonglah,

Aking-akingên nai Papah-papahlah

êm waya-waya Ya semuanya

Ka salệen Kesukaan

Ka aruyên Kesukaan

ang katoan nami dalam hidup kami

Pakatuan pakalowiren umur panjang lanjut usia

1 komentar: