KAWASARAN (KABASARAN)
Kawasaran merupakan tarian perang dari suku Minahasa. Tarian ini melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaaan waraney Minahasa dalam melawan musuh. Kawasaran berasal dari kata "Wasal"/"Wasar" yg diambil dari filosofi seekor ayam jantan yang dipotong jenggernya agar ayam menjadi lebih ganas dan kuat dalam bertarung.
Tarian Kawasaran ini yang dulunya disebut Waraney yang kesehariannya hanyalah sebagai petani, Namun bila Ada yg datang Mengacau Atau Mengganggu Ketentraman, merekalah yang akan menjaga dan melindungi Desa atau tempat tinggal mereka..
Namun Seiring perkembangan jaman, Sekarang Kawasaran sudah di pakai untuk Mengantar Jenazah Para Walian, Tonaas, atau parah waraney itu sendiri. Juga dipakai untuk menjemput Tamu Para Pembesar Seperti Presiden, Mentri, Pejebat atau Gubernur, Walikota, Bupati.
Atau Juga Sekarang sudah di pakai dalam pesta pernikahan.
Kawasaran sendiri merupakan suatu tradisi turun temurun yang dijaga tingkat kesakralannya meskipun di era moderenisasi ini sudah tidak semua penari kawasaran bisa dikatakan asli penari atau masih mengikuti tradisinya.
Pakaian kawasaran dahulunya terbuat dari bahan kulit kayu "Karai Mo'mo" atau "Kayu Mo'mo". Kayu ini merupakan bahan baku utama yang dipakai dalam pembuatan pakaian kulit kayu masyarakat Minahasa tempo dulu.
Seiring pekembangan zaman bahan pakaian sering berubah. Ada yang bahan pakaian yang terbuat dari bahan alami seperti kulit kayu sampai anyaman serabut kelapa. Saat ini pakaian kawasaran sudah terbuat dari bahan kain dengan varian jenis baik yang biasa maupun tenun.
Pakaian kawasaran dominan berwarna merah merupakan simbol keberanian para leluhur dan keturunannya hingga saat ini. Adapun aksesoris pelengkap pakaian adalah:
1). Tengkorak kera atau tengkorak plastik/viber. Namun pada masa lampau tengkorak yang dipakai adalah tengkorak asli manusia (lawan perang). 2). Topi atau Porong Dengan Hiasan Kepala burung Taon dan Bulu² Ayam juga Burung." 3). Wentel" (sompoy) "Embetan" (jimat) serta beberapa pusaka yang dieratkan dalam badan. 4). Senjata (Santi) yang digunakan adalah "sondang" (pedang) dan "wengkou" (tombak) serta "keliid"/ "kelung" (perisai).
Tarian Kawasaran biasanya ditarikan oleh 8/9 orang dalam satu grup dengan komposisi 1 Orang Pemimpin ("Sarian/Teteruzan/Tumuturu/
Tumutuzu"), 8 orang waraney dan 1 orang penabuh tambor. Grup ini merupakan yang paling terkecil. Grup Tari Kawasaran sangat relatif jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dalam kegiatan.
Tarian Kawasaran biasanya ditampilkan dalam acara resmi kenegaraan untuk menyambut tamu penting, acara pernikahan (mawulei weru) atau acara kedukaan (mawuwuringan).
























