Kamis, 11 Desember 2025

𝐖𝐀𝐑𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐍𝐆𝐊𝐄𝐇 𝐌𝐈𝐍𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀: 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐁𝐈𝐁𝐈𝐓 𝐊𝐄 𝐑𝐔𝐌𝐀𝐇⁣⁣⁣⁣

𝐖𝐀𝐑𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐍𝐆𝐊𝐄𝐇 𝐌𝐈𝐍𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀: 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐁𝐈𝐁𝐈𝐓 𝐊𝐄 𝐑𝐔𝐌𝐀𝐇⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣ Sepanjang bulan Agustus berlangsung suatu aktivitas khusus di distrik Kawangkoan dan sekitarnya; titik utama dari aktivitas ini adalah distrik Sonder, pusat terpenting dari budidaya cengkeh di Minahasa. Budidaya ini bukanlah sesuatu yang terlalu penting secara umum untuk Minahasa, namun untuk distrik yang telah disebutkan sebelumnya, hal ini sangat berarti. Alasan penulisan artikel ini adalah fakta yang cukup menarik bahwa tidak banyak orang Eropa yang tahu, bahkan mereka yang sudah lama tinggal di sini, bahwa "tjingke" (sebutan lokal untuk cengkeh) menghasilkan kualitas terbaik di tanah Minahasa dari tanah vulkanis yang terdrainase baik, di daerah pegunungan dengan ketinggian 300 sampai 600 meter di atas permukaan laut.⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣ Pohon cengkeh muda tumbuh dari benih, yang dalam banyak kasus kehilangan daya kecambahnya beberapa minggu setelah panen, terutama jika tidak segera digunakan di pembibitan. Untuk menjamin ketersediaan benih, petani cengkeh memotong bunga dengan batang kecil saat hanya ada beberapa tandan yang baru mulai berbunga. Pembungkusan buah dilakukan dengan cara biasa (menyelubungi dan mengangkat "tjingke" pada saat yang pas, saat musim ramai sudah dekat, dan hampir tidak terdapat bahan yang dibutuhkan untuk pembibitan di toko-toko). Sehingga, di hampir setiap rumah tangga di distrik tersebut, terdapat sisa bahan benih cengkeh yang cukup untuk pembibitan pohon cengkeh.⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣ Setelah itu, perempuan Minahasa biasanya menanam bibit muda dalam potongan batang pisang. Benih-benih yang diambil dari dalam batang tersebut, yang sebelumnya telah ditanam di tanah kebun, diletakkan di atas pembungkus daun pisang yang sudah diisi dengan tanah subur. Dengan demikian, akar benih akan tumbuh lurus ke bawah dan setelah beberapa minggu, muncul tunas kecil yang berdaun.⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣ Pohon cengkeh muda lalu dipindahkan ke tanah, tidak dengan batang pisangnya tetapi dengan tanah dan akar yang terbentuk di sekitarnya. Bibit muda akan tumbuh lebih baik dibandingkan jika dipindahkan telanjang, dan lebih sedikit yang gagal tumbuh. Anak-anak pohon cengkeh berkembang perlahan di tahun-tahun pertama, terlihat di lanskap Minahasa sebagai pohon dengan daun-daun hijau dan cerah. Biasanya pohon ini mulai berbunga setelah angin pertama bertiup lembut, dan saat itulah cengkeh menjadi perhatian.⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣⁣ Pohon dewasa sendiri sangat kuat, dan hanya sedikit tanaman yang memiliki kayu sekuat pohon cengkeh dewasa. Tingginya bisa mencapai sekitar 12 sampai 15 meter. Batang utamanya berwarna coklat kemerahan dan cabangnya penuh daun tebal. Jika tak ada angin kencang, pohon ini bisa hidup berabad-abad. Buah dari pohon ini adalah bunga cengkeh.⁣⁣⁣⁣ ⁣⁣ 𝐅𝐚𝐤𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤: Cengkih pertama kali ditanam di Minahasa, tepatnya di Sonder, sekitar tahun 1860-an. Bibitnya dibawa oleh Albert Waworuntu dari Maluku sepulang ia menempuh pendidikan di sekolah pertanian di Batavia, lalu ditanam di Gunung Lengko'an. Albert Waworuntu saat itu menjabat sebagai Kepala Walak II Sonder, menggantikan kakeknya, Tololiu Hermanus Willem Dotulong.⁣ *Eddy Rawis⁣ ⁣⁣ 𝘓𝘰𝘬𝘢𝘴𝘪: 𝘔𝘪𝘯𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢⁣⁣⁣⁣ 𝘍𝘰𝘵𝘰𝘨𝘳𝘢𝘧𝘦𝘳: 𝘑.𝘏.𝘙 𝘉𝘳𝘰𝘦𝘥𝘦𝘳⁣⁣⁣⁣ 𝘒𝘰𝘭𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘧𝘰𝘵𝘰: 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘉𝘶𝘪𝘵𝘦𝘯, 19-03-1932⁣⁣⁣⁣ 𝘙𝘦𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯𝘴𝘪: 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘑.𝘏.𝘙 𝘉𝘳𝘰𝘦𝘥𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘊𝘦𝘯𝘨𝘬𝘦𝘩 (𝘌𝘶𝘨𝘦𝘯𝘪𝘢 𝘢𝘳𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘤𝘢)⁣

Senin, 05 Mei 2025

Cerita Berdirinya Kawasaran Karapi Waya

Kawasaran Karapi Waya Awalnya Seorang Anak Muda Bernama Rafael Tumewu ingin sekali Belajar tentang budaya Lebih kusus Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, sudah ada Kostum yang di Buat Melihat Contoh di Tumpukan Kawasaran yang sudah ada dan juga melihat di Internet. Anak Muda tersebut selain belajar di internet, karna dia ingin skali belajar tentang Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, dia Bergabung Bersama teman² di desa Kauneran Sonder yang sudah lebih dulu belajar tentang Tarian Kawasaran ini, sebelum di Namakan Kawasaran Sumonder (Penamaan Kawasaran Sumonder Bertepatan Dengan Pentahbisan Gereja Katolik Hati Kudus Sonder), dan Juga Mengajak Saudara Fredy Wowor untuk Melatih Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, karena dia memiliki Buku yang Mencatat tentang sastra tua kawasaran di sonder dari Buku Grafland. Kamipun Belajar tentang Gerak dan pola yang ada sanpai Bisa (Karena Akan Tampil Perdana dalam Pentahbisan Gereja) Juga Bertanya kepada Guru Utu Semet di Tincep yang mungkin Satu²nya Pemain Kawasaran yang masi ada. Singkat Cerita Tersirat di Benak Kenapa Nda beking di Kampung sndiri, dan juga di kampung lainya. Kemudia dia menemui Kepala desa/Kuntua desa Sendangan satu Bapak Calvin Wangko, dan bercerita tentang Rencana Pembentukan Tumpukan Kawasaran di desa Sendangan Satu, Kepala desapun Sangat senang dan Mengapresiasi tentang usulan tersebut. Dan Umumkan kepada Masyarakat pada tanggal 30 - Maret - 2017. Sehingga dimulailah Pencarian Anggota Grub untuk melengkapi, Orang pertama yang Bergabung Tuama Yuri Sorongan kemudian Tuama Carlos Pesik, Tuama Jendry Tandayu, Tuama Rizal Fibri, Tuama Jurgen Tumewu, Tuama Tino Walukow, Tuama Vikly, Tuama Timothy Untung, Tuama Ratsen Kasehung, dan Tuama Reidy Bandil. Kami Berlatih agar bisa menampilkan Tarian Tersebut Perdana kepada Masyarakat Sendangan Satu. Sehabis Menampilkan kepada masyarakat sehingga di kumpulkanya Seluruh anggota untuk Memberi nama Tumpukan Tarian Tradisional Tersebut, dan Berundinglah semua Anggota dan disepakati menggunakan nama KAWASARAN KARAPI WAYA (Teman Semua) Dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat, hapir setiap hari Kami Berlatih, karena akan menampilkan tarian kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sonder. Tibalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Dan pawai Pembangunan di tetapkan pada Tanggal 21 Agustus 2017. Dan di Tetapkan Pula Tanggal 21 Agustus 2017 sebagai Hari Ulang Tahun tumpukan kawasaran Karapi Waya. Kawasaran Karapi Waya Juga Perna Melatih Pembentukan kawasaran Baru yakni Kawasaran Temburkaru, Kawasaran Puserintana, Kawasaran Tou Kuntung, Kawasaran Matuari OMK, Juga Melatih ex-Skul di Sekolah SMK Katolik Santa Familia Tomohon. Juga Membentuk Komunitas Budaya Mapalus Tontemboan yang Tergabung dari Beberapa Desa. Di Bawah ini Adalah Foto² Tumpukan Kawasaran Karapi Waya dari Pertama Hingga Sekarang:

Minggu, 05 Mei 2024

JATON (JAwa -TONdano)

"DIRGAHAYU JATON - KAMPUNG JAWA TONDANO KE 191, PAKATUAN WO PAKALAWIREN" "03 Mei 1830 - 03 Mei 2021" SILSILAH KETURUNAN ETNIS JAWA TONDANO (JATON) "Rombongan Kyai Modjo dan Pangeran Dipunogoro yang menikah dengan Wewene2 (wanita) Minahasa sejak tahun 1831" Kyai Modjo adalah penasehat Pangeran Dipunogoro dan panglima perang Jawa yg ditakuti Belanda karena itu disebut jendral de Kock dg istilah: de biterste viyand (musuh yg ditakuti) dlm Perang Diponegoro 1825 -1830, Kyai Modjo tertangkap dengan tipu muslihat Belanda pada thn 1828(bukan kalah berperang) dan di asingkan Penjajah Belanda melalui pengawalan kaki tangan Belanda yaitu tentara pribumi dari Indonesia timur(makasar,manado,ambon) pada thn 1830 di Tondano bersama 63 pengikutnya, setelah di asingkan di berikan pengganti lahan dan jaminan gulden dari kolonial Belanda maka mereka mendirikan pemukiman yg namanya sekarang di kenal dengan Desa Kampung Jawa Tondano(Jaton), sebagian besar laki2 yg di asingkan menikah dengan Wewene (wanita) Asli Minahasa .63 pengikutnya semua laki2 itu bertugas sebagai komandan pasukan di setiap daerah di jawa waktu perang Jawa/perang Dipunogoro yg sebagian masih pemuda dan sebagian lagi sdh beristri tp istri mereka dilarang mengikuti suami oleh penjajah Belanda, hanya istri Kyai Modjo yg setahun kemudian menyusul yaitu tahun 1831, istrinya yg ketiga (dua istrinya sdh meninggal) bernama "Raden Ayu Prawirodiningrat" seorang janda cantik dan kaya itu diasingkan di tondano krn dicap Belanda sangat berbahaya, krn masih berusaha menggalang kekuatan memberontak kepada Belanda. Ke 63 org pengikut Kyai Modjo dan Pangeran Dipunogoro ini pada tahun 1831 kawin mawin dg wewene2 Minahasa(sejak tahun 1831,skrg sdh turunan/generasi ke 6 dan ke 7) tercatat ada kurang lebih 50 org yg kawin mawin dgn penduduk asli Minahasa . Adapun beberapa pengikut Kyai Modjo dan Dipunogoro(generasi pertama) yg kawin dgn tou Minahasa antara lain sbb : 1.Kyai Baderan kawin dgn oma fam Walalangi jadi Fam "Baderan" itu adalah juga fam Walalangi. 2.Kyai Dadepan Melangi kawin dgn Rachel Tombokan jadi Fam "Melangi" itu adalah juga fam Tombokan. 3.Kyai Urawan ( Ngurawan ) kawin dgn oma fam Wurarah tumaratas Langowan. Jadi fam "Ngurawan" itu adalah juga fam Wurarah. 4.Tumenggung Mayang kawin dgn Ani Tumbelaka maumbi tonsea. Jadi fam "Tumenggung Mayang" itu adalah juga fam Tumbelaka. 5.Kyai Gajali Modjo anak Kyai Modjo kawin dgn Ingkingan Tombokan yg ayahnya seorang pendiri negeri tondano di papal Uluna. Fam "Modjo/Kiai Modjo" itu adalah juga fam Tombokan. 6.Tumenggung Sis Pajang kawin dgn Wurenga Rumbayan anak Walak Rumbayan ( kawin 7 hari 7 mlm dgn paduan seni dan budaya Jawa Minahasa) fam "Tumenggung Zees/Zees" itu adalah juga fam Rumbayan. 7.Asnawi Tumenggung Reksonegoro Pulukadang kawin dgn Wuring Tumbelaka.fam "Pulukadang" itu adalah juga fam Tumbelaka. 8.Setio Dirdjo (Suratinoyo) kawin dgn Lendo Kawilarang. Fam "Suratinoyo" itu adalah juga fam Kawilarang. 9.Kyai Baderan(sepoh) kawin dgn Nona Walalangi. Fam "Baderan" itu adalah juga fam Walalangi. 10.Mashanafi kawin dgn oma Fam Maukar. Fam "Mashanafi" adalah juga fam Maukar. 11.Haji Ngiso Pulukadang kawin dgn anak opo Pakasi Warouw.fam "Pulukadang" itu adalah juga fam Pakasi Warouw. 12.Wonopatih kawin dgn Linon Pakasi Lengkong. Fam "Wonopati" itu adalah juga fam Pakasi Lengkong. 13.Haji Ali kawin dgn Nona Tambahani.fam "Haji Ali" itu adalah juga fam Tambahani. 14.Haji Thayeb kawin dgn Rea Wenas(Tomohon) tante AZR Wenas. Fam "Thayeb" itu adalah juga fam Wenas. 15.Djahuno kawin dgn Pinangkaan Nelwan. Fam "Djahuno" itu adalah juga fam Pinangkaan Nelwan. 16.Kosasih 2x kawin dgn fam Saraun dan Fam Tikoalu.fam "Kosasih" adalah juga fam Saraun dan fam Tikoalu. 17.Mas Fakih (Maspekeh) kawin dgn Pangalila Wauran. Fam "Maspekeh" itu adalah juga fam Pangalila Wauran. 18.Ali Imran (Masloman) kawin dgn Yehia Ratulangi Paleloan Urongo tondano. Fam "Masloman" itu adalah juga fam Ratulangi. 19.Martam kawin dgn Lunsil Pingkan Sumarauw Taler Tondano. Fam "Martam" itu adalah juga fam Sumarau. 20.Kyai Mestari kawin dgn oma fam Malonda katinggolan tondano. Fam "Kiai Mestari" itu adalah juga fam Malonda. 21.Banteng Wareng kawin dg Rumpo ruru Tomohon. Fam "Banteng" itu adalah juga fam Ruru. 22.Mertoleksono (Mertosono) kawin dgn Margareta Lantu Tondano. Fam "Mertosono" itu adalah juga fam Lantu. 23.Wangsa Taruno (Sataruno) kawin dgn fam Kalengkian Wewelen Tondano. Fam "Sataruno" itu adalah juga fam Kalengkian. 24.Suronoto 2x kawin dgn Durin Kandouw Tondano dan fam Kulit Kaasar Kauditan. Fam "Suronoto" itu adalah juga fam Kandouw dan fam Kulit. 25.Midin (Nurhamidin ) 3x kawin dgn oma fam Kilapong, fam Kandouw dan fam Kawesuan. Fam "Nurhamidin" itu adalah juga fam Kilapong, fam Kandouw dan fam Kawesuan. 26.Maskromo kawin dgn Nengsi Worek asal Kiniar Tondano. Fam "Maskromo" itu adalah juga fam Worek. 27. Sopengi Baderan kawin dengan nona Tumelap. Fam "Baderan" adalah juga fam Tumelap. 28.Wonggo kawin dengan fam Makiolor. Fam "Wonggo" itu adalah juga fam Makiolor. 29.Djoyosuroto(jr) kawin dengan oma fam Maukar. Fam "Djoyosuroto" adalah juga fam Maukar. Djoyosuroto(jr) kawin dengan oma fam Wensen. Fam "Djoyosuroto" adalah juga fam Wensen. 30.Kyai H.Ahmad Rifai 3x kawin dengan oma fam Sompotan, fam Rumambi, fam Saraun. Fam "Rifai" adalah juga fam Sompotan, fam Rumambi dan fam Saraun. 31.Ki Gading Semangi kawin dg oma Watuseke taler Tondanao. Fam "Semangi" adalah juga fam Watuseke. 32.Kusen kawin dengan oma asal papakelan. 33. Barak Buchari kawin dengan oma Pangalila. Fam "Buchari" adalah juga fam Pangalila. 34.Sungkono/kono kawin dengan Tina Gerungan. Fam "Sungkono/Kono" adalah juga fam Gerungan. Tuama(pria) Minahasa yg kawin dg wewene jaton: 1. Karinda Polii(wewelelen tondano) + oma amina tabro Manopo(tonsea). Anak,cucu,cicitnya Fam karinda, fam arbi, fam wonggo, fam kiay demak, fam suatinoyo, fam haji ali, fam kangiden, fam zees, fam wangi, fam kiay mestari, fam kusasi. 2. Sopran Tumbuku(ranowangko) + Sopia Senduk(wengkol). Anak,cucu,cicitnya fam tombuku, fam haji ali, fam buchari, fam baderan, fam pulukadang. 3. Felix Rondonuwu(katinggolan) + Sania Mashanafi. Anak,cucu,cicitnya Fam bases, fam haji ali, fam nurhamidin, fam suratinoyo, fam kiay demak, fam mertosono. 4. David Tombokan(wengkol) + Sina haji ali. Anak,cucu,cicitnya fam tombokan, fam haji ali, fam joyosuroto. 5. Beng supit(warembungan) + Eke samia djoyosuroto. Anak,cucu,cicitnya fam supit, fam joyosuroto, fam salamon, fam Zees, fam lababa, fan nurhamiden, fam haji ali. 6. Karel latondra logor Saelangi/sahelangi(rumbia) + Ngaripah Thayeb. Anak,cucu,cicitnya fam saelangi, fam kiay mardjo, fam rifai, fam ningkaula, fam masloman, fam thayeb) Kelompok Padang, palembang kalimantan, cianjur dan banten yg kawin dg wewene Jaton yg mempunyai ibu asli Minahasa: 1. Sayyid Abdulah Asagaf 2. Gusti Pangeran Perbatasari 3. Gusti Amer 4. Pangeran Ronggo Danupoyo 5. H.Abdul Halim 6. Sabar 7. Sigorak Panjang 8. Malim Muda 9. Saptogani 10. Kyai Jauhari 11. Eksan 12. Haji Jafar 13. Haji Asnawi 14. Sanudin 15. H. Abdul Wahab 16. H. Abdul Karim Aslah dll Daerah sekitar Sulawesi yg menikah dg wewene jaton : 1. Lamsu/Lamusu - bugis 2. Lamani - bugis 3. Lababa - bugis 4. Abdurahman Ratuela - P. Bacan 5. Ka'i/ kiay - gorontalo 6. Arbi - gorontalo (Di rangkum dari tulisan silsilah jaton olh bpk.jafar buchari dan catatan sejarah Prof.ishak pulukadang) #kerukunankeluargajatonindonesia #tounyawa #touslam #nyakuminahasa

Kamis, 04 Agustus 2022

Undangan Bahasa Tontemboan

TANI'TU SERA RA'IO KA'I RUA, TAAN ESA. AMPA ' PAAN INI'TU (IITU) SAPA SI PINAESAO I CASURUAN RA'ICA TORO IPETANE E TOU (MATIUS 19 : 6)

Kamis, 05 Mei 2022

Sejarah Mayor Van Sonder Tololiu H W Dotuling

 TUAMA MINAHASA...



PASUKAN TULUNGAN, SERDADU BAYARAN DARI MINAHASA YANG SUKSES MENGATASI DIPONEGORO..

Perang Diponegoro tahun 1825-1830 mnghasilkan bnyak perwira Minahasa prtama dlm dinas angkatan perang Hindia-Belanda yg brangkat dri pasukan khusus kmudian mnjadi Oost-Indische Leger lalu resmi bernama Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIIL) di tahun 1933. Andil pasukan khusus asal Minahasa yg dikenal sebagai Pasukan Tulungan (hulptroepen) dlm penyelesaian perang yg disebut juga sbgai Perang Jawa tersebut sngt besar.

Keberanian & keperwiraan tuama Minahasa dlm pertempuran konon sngt menggentarkan musuh. Tdk heran, Belanda tlh memanfaatkan jasa pasukan Tulungan (bantu) dlm mengatasi peperangan besar yg terjadi sblum perang Diponegoro. Beberapa kelompok pasukan Tulungan Minahasa disebut tlah berandil dlm menetralisir perang di Maluku yg dikobarkan Kapitein Pattimura (Thomas Matulessy) tahun 1817.

Surat kabar Het Nieuws Van Den Dag voor Nederlandch-Indie edisi 6 September 1939 dlm tulisan khusus tntang mantan Komandan Pasukan Tulungan Minahasa Groot Majoor Tololiu Dotulong mengungkapkan kekaguman Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock.

Komandan tentara Hindia-Belanda sekaligus Letnan Gubernur Jenderal itu memuji Mayor Tololiu Dotulong yang dianggapnya sangat membantu dalam mengakhiri perang yang menelan korban jiwa dan biaya besar itu. Tololiu Dotulong pintar berargumen, berbakat dengan keberanian tidak terkira dan kebijakan yang mampu mengatur pengikutnya. Pasukan Tulungan Minahasa dipujinya lagi karena ‘hebat’ dalam segala hal, mampu menahan iklim dan selalu berhasil masuk lalu lolos dari bahaya besar.

Bahkan telah membuktikan bahwa Pangeran Diponegoro hanya ingin menyerah kepada pasukan Tulungan Minahasa. Penyerahan tokoh yang kini menjadi pahlawan nasional Indonesia itu, menurut harian ini, berlangsung pada tanggal 27 Maret 1830. Diponegoro mengucapkan berulangkali, bahkan setelah ia dipenjarakan, kekagumannya terhadap keberanian dari Mayor Tololiu Dotulong.

Untuk jasa-jasanya dalam Perang Diponegoro, Tololiu Dotulong memperoleh kenaikan pangkat militer Mayor menjadi Groot Majoor pasukan infantri. Selain itu ia memperoleh penghargaan tanda jasa medali emas serta sebilah pedang bersalut emas yang baru diterimanya bulan April 1833.Surat kabar terbitan Batavia tadi memuji Tololiu Dotulong sebagai pahlawan dan teman setia. Ia dilahirkan di Kema (kini kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara) tanggal 12 Januari 1795. Ia sudah dikenal di masa mudanya sebagai sangat pemberani. Pada usia duapuluh tahun, Tololiu diangkat menjadi Kepala Distrik Kedua (Hukum Kedua) Sonder dan delapan tahun kemudian di tahun 1823 dipromosi menjadi Kepala Distrik (Hukum Besar). Kinerja, semangat besar dan kemampuan Tololiu Dotulong dipujikan sekali Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Cappelen (1816-1826) selama kunjungannya ke Minahasa tahun 1824. Tidak heran di tahun 1827 Tololiu Dotulong dianugerahi gelar kehormatan Mayoor.

Di tahun 1827 Tololiu Dotulong menikah dengan putri Kepala Distrik Kakas (Ontoy Elisabeth Aleto Kalalo). Masa itu Hindia-Belanda dirongrong Perang Jawa dibawah Pangeran Diponegoro, dan Residen Manado (pejabat, 10 Februari 1826, lalu definitif 13 Agustus 1827-1831) Mr.Daniel Francois Willem Pietermaat memiliki kebiasaan mendiskusikan banyak isu penting dngn Tololiu Dotulong, terutama kesulitan yg diakibatkan oleh peperangan besar tersebut. Kepala Distrik Sonder segera menawarkan layanannya.

Ia mengusulkan sang Residen membentuk pasukan Minahasa untuk bantu memerangi Diponegoro. Ternyata pemerintah Hindia-Belanda menerima usulannya, sehingga Tololiu Dotulong memulai usahanya sendiri mengumpulkan sekitar 1.600 anggota pasukan Minahasa. Ia pun diangkat menjadi komandannya.

Setelah sukses menangkap Pangeran Diponegoro, di tahun 1830 Tololiu Dotulong pulang kembali ke Minahasa dan membangun Sonder menjadi lebih baik lagi dengan banyak ilmu pengetahuan yang dilihatnya di Jawa. Di tahun 1861 ia mengundurkan diri dan diberikan pensiun.
Salah seorang keturunan Dotulong menjabat kepala distrik—atau Hukum Besar—bergelar mayor. Namanya Albertus Bernardus Waworuntu.

Sementara itu, perwira bawahannya, Kapten Benjamin Thomas Sigar alias Tawajlin Sigar, juga akhirnya jadi kepala distrik Langowan, daerah asalnya. Makamnya tidak jauh dari Gereja Sentrum (Patung Schwarz), Langowan. Ada pula keturunannya yang pernah jadi Hukum Besar atau kepala distrik di Langowan dengan gelar Mayor. Namanya Phillip Sigar, kakek dari Prabowo Subianto.Namun semangat mudanya masih menyala-nyala laksana seorang pemuda. Di usia 81 tahun 1876 ia mendengar berlangsungnya Perang Aceh. Berpikir membantu, dengan segera Tololiu Dotulong menawarkan diri untuk kembali mengumpulkan pasukan balabantuan Minahasa. Dan, karena tidak bisa berperang lagi sebab usia tua, maka dimintanya anaknya bernama Albertsino (Albertus) Dotulong untuk ditunjuk sebagai komandan pasukan.

Tapi, karena fakta dalam militer Hindia-Belanda saat itu telah ada pasukan Manado, rencananya ditolak. Tentu saja ia merasa kecewa. Groot Majoor Tololiu Dotulong meninggal pada usia yang sangat tua, 94 tahun tanggal 18 November 1888.

Pemerintah Hindia-Belanda baru kembali ingat jasa-jasa Groot Majoor Tololiu Dotulong mulai pertengahan tahun 1920-an. Tiga Gubernur Jenderal dalam perjalanan dinasnya ke Keresidenan Manado tercatat pernah berziarah& sebagai penghargaan meletakkan krans (karangan bunga) di pusara ‘teman setia dan sekutu’nya selama Perang Diponegoro.

Pertama adalah Jhr.Mr.Andries Cornelis Dirk de Graeff di tahun 1927, kedua Jhr.Mr.Bonifasius Cornelis de Jonge tahun 1934 dan terakhir Gubernur Jenderal Jhr.Mr.A.W.L.Tjarda van Starkenborgh Stachouwer tahun 1939..**

disadur dari berbagai sumber..

CREDIT: PUSAT PERSENJATAAN DAN SEJARAH MILITER - PPDSM

Rabu, 29 September 2021

Kawasaran Minahasa

 KAWASARAN (KABASARAN)

Kawasaran merupakan tarian perang dari suku Minahasa. Tarian ini melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaaan waraney Minahasa dalam melawan musuh. Kawasaran berasal dari kata "Wasal"/"Wasar" yg diambil dari filosofi seekor ayam jantan yang dipotong jenggernya agar ayam menjadi lebih ganas dan kuat dalam bertarung.

Tarian Kawasaran ini yang dulunya disebut Waraney yang kesehariannya hanyalah sebagai petani, Namun bila Ada yg datang Mengacau Atau Mengganggu Ketentraman, merekalah yang akan menjaga dan melindungi Desa atau tempat tinggal mereka..

Namun Seiring perkembangan jaman, Sekarang Kawasaran sudah di pakai untuk Mengantar Jenazah Para Walian, Tonaas, atau parah waraney itu sendiri. Juga dipakai untuk menjemput Tamu  Para Pembesar Seperti Presiden, Mentri, Pejebat atau Gubernur, Walikota, Bupati.

Atau Juga Sekarang sudah di pakai dalam pesta pernikahan.


Kawasaran sendiri merupakan suatu tradisi turun temurun yang dijaga tingkat kesakralannya meskipun di era moderenisasi ini sudah tidak semua penari kawasaran bisa dikatakan asli penari atau masih mengikuti tradisinya.

Pakaian kawasaran dahulunya terbuat dari bahan kulit kayu "Karai Mo'mo" atau "Kayu Mo'mo". Kayu ini merupakan bahan baku utama yang dipakai dalam pembuatan pakaian kulit kayu masyarakat Minahasa tempo dulu.

Seiring pekembangan zaman bahan pakaian sering berubah. Ada yang bahan pakaian yang terbuat dari bahan alami seperti kulit kayu sampai anyaman serabut kelapa. Saat ini pakaian kawasaran sudah terbuat dari bahan kain dengan varian jenis baik yang biasa maupun tenun.

Pakaian kawasaran dominan berwarna merah merupakan simbol keberanian para leluhur dan keturunannya hingga saat ini. Adapun aksesoris pelengkap pakaian adalah:

1). Tengkorak kera atau tengkorak plastik/viber. Namun pada masa lampau tengkorak yang dipakai adalah tengkorak asli manusia (lawan perang). 2). Topi atau Porong Dengan Hiasan Kepala burung Taon dan Bulu² Ayam juga Burung." 3). Wentel" (sompoy) "Embetan" (jimat) serta beberapa pusaka yang dieratkan dalam badan. 4). Senjata (Santi) yang digunakan adalah "sondang" (pedang) dan "wengkou" (tombak) serta "keliid"/ "kelung" (perisai).

Tarian Kawasaran biasanya ditarikan oleh 8/9 orang dalam satu grup dengan komposisi 1 Orang Pemimpin ("Sarian/Teteruzan/Tumuturu/

Tumutuzu"), 8 orang waraney dan 1 orang penabuh tambor. Grup ini merupakan yang paling terkecil. Grup Tari Kawasaran sangat relatif jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dalam kegiatan.

Tarian Kawasaran biasanya ditampilkan dalam acara resmi kenegaraan untuk menyambut tamu penting, acara pernikahan (mawulei weru) atau acara kedukaan (mawuwuringan).

Sabtu, 04 September 2021

TUMEWU MENAJANG PURUN

 TUMEWU MENAJANG PURUN






(Tumewu Menajang)

1).Engel Tumewu

2).Jan Tumewu

3).Wellem Tumewu

4).Dan Tumewu

5).Oleng Tumewu

6).Buang Tumewu


(Tumewu Purun)

7).Nico Bugi Tumewu

8).Frederika Unggu Tumewu

9).Paulina Tumewu

10).Ferdi Alo Tumewu

11).Lintje Tasiam Tumewu

12).Emes Tumewu

13).Itje Cice Tumewu



1.)Engelbert Tumewu Kapoyos Kawengian

Anak:

1. Yunius Tumewu

-Lodie

-Mesen

-Onca

-Fon

-Bung

2. Fence Tumewu

-Jems

-Elen

-Linda

-Marlen Tumewu

3.Edy Tumewu

-Fendy

-Fanny

-Elvi

-

-Steva

-Nova

4.Jhoni Tumewu

-Nova

-Verra

-Naning

-Meidy

-Joice

5.Evi Tumewu

-Yoppy

-Lenny

-Vertje

-Rolly

6.Alo Tumewu

-Esye

-Aldy

7.Yos Tumewu

-Michael

-Lala

-Dodoi

8.Nona Tumewu

-Jein

-Linda

-Otta



Tumewu Kawengian

1.Frets Tumewu-Maria Senduk

Ank²:

- Metsi Tumewu

- Fanly Tumewu

- Fernando Tumewu

- Andre Tumewu

2.Aris Tumewu- Mei Sorongan

Ank²

- Deddy Tumewu

- Randu Tumewu

- Elma Tumewu

- Dealova Tumewu

3.Yantje Tumewu-Meike Loway

Ank²

- Algi Tumewu

- Deisy Tumewu

- Yanti Tumewu

4.Dantje Lumintang-Meike Tumewu

Ank²

- Frangky Lumintang

- Alfian Lumintang

- Heidy Lumintang

- Imelda Lumintang

5.Nyong Tumewu-Fanny Kumayas

Ank²

- Suryani Tumewu

- Marsel Tumewu

- Jun Tumewu

- julivia Tumewu

6.Dolfy Kapoh-Meidy Tumewu

Ank²

- Erna watung

- Armando Kapoh

7.Benhart Tumewu

( Blm kweng )

8.Maxi Tumewu-Cheny Somba

Ank²

- Jhosua Tumewu

- Tita Tumewu

- Engelbert Tumewu



2.)Jan Tumewu-Hetty Waney




Anak²:

1.Reintje Tumewu, anak:

-Serviana Tumewu 

-Rahel Tumewu.

2.Alfrits Tumewu, anak:

 -Nova Tumewu

-Recky Tumewu.

3.Yutje Yuhana Tumewu, anak:

-Anto Sorongan

-Jemmy Sorongan 

-Yuri Sorongan.

4.Ferry Ruus Tumewu, anak:

-Merry Tumewu

-RudolfoTumewu

5.Maksi Alo Menajang Tumewu.




3.) Wellem Tumewu-Cilly Palar
Anak " 



1.Hengki Tumewu, anak:

-Hetty Tumewu

-Sisko Tumewu

2.Hideki Tumewu, anak:

-Ritta Tumewu

-Nesma Tumewu

-Guntur Tumewu

-Dica Tumewu 

3.Yoce Tumewu, anak:

-Noviane Tumewu

-Jemmy Tumewu

-Anto Tumewu

-Jones Tumewu 

4.Adri Tumewu anak:

-Lorra Tumewu

-Morthen Tumewu

5.Sance Tumewu, anak:

-Donny Lanes

-Novita Lanes

-Noviane Lanes.





4.) Daniel Tumewu-Wilhelmina Potu



anak2:

1.Elisabeth Tumewu(Almh), anak:

-Aronda Maluenseng, 

-Ronald Maluenseng,

-Dei Maluenseng,

-Cecilia Maluenseng

2.Margotje Tumewu(Almh.), anak:

-Dora Tumewu

Ros Tumewu(Almh), anak:

-Mansur Husain,

-Ati Husain,

-Asmaun Husain(Alm),

-Nini Husain,

-Udin Husain

3.Heibert Tumewu(Alm) , anak:

-Donald Tumewu,

-Jelly Tumewu,

-Stenly Tumewu,

-Naeson Tumewu

-Marco Tumewu,

-Hizkia Tumewu

4.Syane Tumewu(Almh), anak:

-James Mogi,

-Jerico Mogi,

-Frangki Mogi,

-Yessi Mogi

5.Alexander Tumewu, anak:

-Yanny Tumewu, 

-Michael Tumewu (Alm.) 

6.Helda Tumewu, anak:

-Olvi Mongdong,

-Oudy Mongdong,

-Yunike Mongdong,

-Ivander Mongdong

7.Olga Tumewu, anak:

-Richard Tumengkol,

-Recky Tumengkol




5). Marthin Luther Tumewu-Yulin Manorek (Oleng) 


Anak2 : 
1. Alexius Tumewu Loway, Anak:

- Hanny Tumewu 

- Imbry Tumewu 

2. Maritje Dien Tumewu, anak:

- Frangky Dien

- Steven Dien

- Dian Dien 

3. Jorry Tumewu Raranta, anak:

- Donald Tumewu 

- Sinthia Tumewu 

4. Anneke Wajongkere Tumewu, Anak :

- Seska Wajongkere

- Rif Wajongkere

- AldoMoro Wajongkere 

5. Johana Aseng Tumewu, anak:
- Santi Aseng

- Marsely Aseng

6. Ketty Mawey/Manopo Tumewu, anak:

- Friety Mawey

- Feyti Mawey 

7.  Denny Tumewu Tololiu, anak:

- Aldo Tumewu

- Itos Tumewu

- Margareth Tumewu

8. Rudy Tumewu Masinambouw, anak:

- Jurgen Tumewu

- Andre Tumewu 

- Jens Tumewu 

9. Margotje Ifung/ Sompotan Tumewu, anak:

- Bryan Ifung

- Brilly Ifung

- Beverly Ifung

- Fransisco Tumewu



6). Jan Najoan-Buang Tumewu



anak:
1.Yul Najoan - Eng Tasiam
- Alber
- Maxy
-Denny
-Yolanda
2.Bernat Najoan - Sill Tambuwun
-Bersy
-Rommy 
-Jonathan
3.Yenni Najoan - Novi Mondigir
-Feibe
-Jeiny
-Tonny
4.Deytje Najoan - Meidy Langkay
-Meilan(Alm)
-Jufry
-Marchel
5.Robert Najoan - Meike Rondonuwu
-Treisye
-Gebby
-Hanna
6.Leonart Najoan - Treisye Reppy
-Sandra
-Sandro
7.Nelje Najoan - Henny welley
-Indri
-Fandy
-Firlandi

8.Sonny Najoan - Yolanda Lalelo
-Angga
-Nicole
9.Rita Najoan - Jhon Kindangen
-Sandy
-Angel
-Jurgen



7). Niko Bugi Tumewu-Nona Menajang

anak:

1.Henny Tumewu Alm.

2.Reynold Tumewu Wowor,

- Aprilia Tumewu.

3.Rinny Ontoge Tumewu,

- Nadya Antoge

- Christie Ontoge.

4.Denny Tuwewu.

5.Fonny Tumewu.

6.Glen Tumewu.



8).Weliam Ruus-Frederika Unggu Tumewu

anak:

1.Retty Kapoyos-Laoh

- Raldi Kapoyos

- Novdhi Kapoyos

- Vena Kapoyos

2.Berti Ruus-Lumintang

- Billy Ruus

- Marsel Ruus

3.Vonne Mamahit Ruus

- Valne mamahit

4.Rein Ruus-Walangitan

- Grassella Ruus.

- Grasseli Ruus.

5.Ine Taroreh-Ruus.

- Sindi Taroreh

- Steven Taroreh

6.Lorra Ruus.




9).Yantje Senduk-Paulina Dahelo Tumewu (polin)

anak:
1.Norma Kasehung Senduk

-Ratsen Kasehung

-Axel Kasehung.

2.Vence Senduk Mandagi

-Jeniver Senduk

-Jovi Senduk

-Kimberly Senduk.



10).Alo Tumewu-Yangs Najoan

anak:
1.Ruson Vivi Tumewu
-
2.Frangky Nelson Sumpul Tumewu
-Ikha 
-Nathan
-Cristovel
3.Tonny Tumewu
-
4.Donny Hendry Tumewu
-Donna
5.Vonny Elgrid Neng Tumewu
-


11).Lintje Tasiam Tumewu
- Olaa Tasiam
-Diane
-
-



12).Emes Tumewu -  Pina 



13).Edy Sendow-Intje CiceTumewu

anak:

1.Ireine Seska Sendow

-
-
-
2.Jonly Sendow

-