Rabu, 29 September 2021

Kawasaran Minahasa

 KAWASARAN (KABASARAN)

Kawasaran merupakan tarian perang dari suku Minahasa. Tarian ini melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaaan waraney Minahasa dalam melawan musuh. Kawasaran berasal dari kata "Wasal"/"Wasar" yg diambil dari filosofi seekor ayam jantan yang dipotong jenggernya agar ayam menjadi lebih ganas dan kuat dalam bertarung.

Tarian Kawasaran ini yang dulunya disebut Waraney yang kesehariannya hanyalah sebagai petani, Namun bila Ada yg datang Mengacau Atau Mengganggu Ketentraman, merekalah yang akan menjaga dan melindungi Desa atau tempat tinggal mereka..

Namun Seiring perkembangan jaman, Sekarang Kawasaran sudah di pakai untuk Mengantar Jenazah Para Walian, Tonaas, atau parah waraney itu sendiri. Juga dipakai untuk menjemput Tamu  Para Pembesar Seperti Presiden, Mentri, Pejebat atau Gubernur, Walikota, Bupati.

Atau Juga Sekarang sudah di pakai dalam pesta pernikahan.


Kawasaran sendiri merupakan suatu tradisi turun temurun yang dijaga tingkat kesakralannya meskipun di era moderenisasi ini sudah tidak semua penari kawasaran bisa dikatakan asli penari atau masih mengikuti tradisinya.

Pakaian kawasaran dahulunya terbuat dari bahan kulit kayu "Karai Mo'mo" atau "Kayu Mo'mo". Kayu ini merupakan bahan baku utama yang dipakai dalam pembuatan pakaian kulit kayu masyarakat Minahasa tempo dulu.

Seiring pekembangan zaman bahan pakaian sering berubah. Ada yang bahan pakaian yang terbuat dari bahan alami seperti kulit kayu sampai anyaman serabut kelapa. Saat ini pakaian kawasaran sudah terbuat dari bahan kain dengan varian jenis baik yang biasa maupun tenun.

Pakaian kawasaran dominan berwarna merah merupakan simbol keberanian para leluhur dan keturunannya hingga saat ini. Adapun aksesoris pelengkap pakaian adalah:

1). Tengkorak kera atau tengkorak plastik/viber. Namun pada masa lampau tengkorak yang dipakai adalah tengkorak asli manusia (lawan perang). 2). Topi atau Porong Dengan Hiasan Kepala burung Taon dan Bulu² Ayam juga Burung." 3). Wentel" (sompoy) "Embetan" (jimat) serta beberapa pusaka yang dieratkan dalam badan. 4). Senjata (Santi) yang digunakan adalah "sondang" (pedang) dan "wengkou" (tombak) serta "keliid"/ "kelung" (perisai).

Tarian Kawasaran biasanya ditarikan oleh 8/9 orang dalam satu grup dengan komposisi 1 Orang Pemimpin ("Sarian/Teteruzan/Tumuturu/

Tumutuzu"), 8 orang waraney dan 1 orang penabuh tambor. Grup ini merupakan yang paling terkecil. Grup Tari Kawasaran sangat relatif jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dalam kegiatan.

Tarian Kawasaran biasanya ditampilkan dalam acara resmi kenegaraan untuk menyambut tamu penting, acara pernikahan (mawulei weru) atau acara kedukaan (mawuwuringan).

Sabtu, 04 September 2021

TUMEWU MENAJANG PURUN

 TUMEWU MENAJANG PURUN






(Tumewu Menajang)

1).Engel Tumewu

2).Jan Tumewu

3).Wellem Tumewu

4).Dan Tumewu

5).Oleng Tumewu

6).Buang Tumewu


(Tumewu Purun)

7).Nico Bugi Tumewu

8).Frederika Unggu Tumewu

9).Paulina Tumewu

10).Ferdi Alo Tumewu

11).Lintje Tasiam Tumewu

12).Emes Tumewu

13).Itje Cice Tumewu



1.)Engelbert Tumewu Kapoyos Kawengian

Anak:

1. Yunius Tumewu

-Lodie

-Mesen

-Onca

-Fon

-Bung

2. Fence Tumewu

-Jems

-Elen

-Linda

-Marlen Tumewu

3.Edy Tumewu

-Fendy

-Fanny

-Elvi

-

-Steva

-Nova

4.Jhoni Tumewu

-Nova

-Verra

-Naning

-Meidy

-Joice

5.Evi Tumewu

-Yoppy

-Lenny

-Vertje

-Rolly

6.Alo Tumewu

-Esye

-Aldy

7.Yos Tumewu

-Michael

-Lala

-Dodoi

8.Nona Tumewu

-Jein

-Linda

-Otta



Tumewu Kawengian

1.Frets Tumewu-Maria Senduk

Ank²:

- Metsi Tumewu

- Fanly Tumewu

- Fernando Tumewu

- Andre Tumewu

2.Aris Tumewu- Mei Sorongan

Ank²

- Deddy Tumewu

- Randu Tumewu

- Elma Tumewu

- Dealova Tumewu

3.Yantje Tumewu-Meike Loway

Ank²

- Algi Tumewu

- Deisy Tumewu

- Yanti Tumewu

4.Dantje Lumintang-Meike Tumewu

Ank²

- Frangky Lumintang

- Alfian Lumintang

- Heidy Lumintang

- Imelda Lumintang

5.Nyong Tumewu-Fanny Kumayas

Ank²

- Suryani Tumewu

- Marsel Tumewu

- Jun Tumewu

- julivia Tumewu

6.Dolfy Kapoh-Meidy Tumewu

Ank²

- Erna watung

- Armando Kapoh

7.Benhart Tumewu

( Blm kweng )

8.Maxi Tumewu-Cheny Somba

Ank²

- Jhosua Tumewu

- Tita Tumewu

- Engelbert Tumewu



2.)Jan Tumewu-Hetty Waney




Anak²:

1.Reintje Tumewu, anak:

-Serviana Tumewu 

-Rahel Tumewu.

2.Alfrits Tumewu, anak:

 -Nova Tumewu

-Recky Tumewu.

3.Yutje Yuhana Tumewu, anak:

-Anto Sorongan

-Jemmy Sorongan 

-Yuri Sorongan.

4.Ferry Ruus Tumewu, anak:

-Merry Tumewu

-RudolfoTumewu

5.Maksi Alo Menajang Tumewu.




3.) Wellem Tumewu-Cilly Palar
Anak " 



1.Hengki Tumewu, anak:

-Hetty Tumewu

-Sisko Tumewu

2.Hideki Tumewu, anak:

-Ritta Tumewu

-Nesma Tumewu

-Guntur Tumewu

-Dica Tumewu 

3.Yoce Tumewu, anak:

-Noviane Tumewu

-Jemmy Tumewu

-Anto Tumewu

-Jones Tumewu 

4.Adri Tumewu anak:

-Lorra Tumewu

-Morthen Tumewu

5.Sance Tumewu, anak:

-Donny Lanes

-Novita Lanes

-Noviane Lanes.





4.) Daniel Tumewu-Wilhelmina Potu



anak2:

1.Elisabeth Tumewu(Almh), anak:

-Aronda Maluenseng, 

-Ronald Maluenseng,

-Dei Maluenseng,

-Cecilia Maluenseng

2.Margotje Tumewu(Almh.), anak:

-Dora Tumewu

Ros Tumewu(Almh), anak:

-Mansur Husain,

-Ati Husain,

-Asmaun Husain(Alm),

-Nini Husain,

-Udin Husain

3.Heibert Tumewu(Alm) , anak:

-Donald Tumewu,

-Jelly Tumewu,

-Stenly Tumewu,

-Naeson Tumewu

-Marco Tumewu,

-Hizkia Tumewu

4.Syane Tumewu(Almh), anak:

-James Mogi,

-Jerico Mogi,

-Frangki Mogi,

-Yessi Mogi

5.Alexander Tumewu, anak:

-Yanny Tumewu, 

-Michael Tumewu (Alm.) 

6.Helda Tumewu, anak:

-Olvi Mongdong,

-Oudy Mongdong,

-Yunike Mongdong,

-Ivander Mongdong

7.Olga Tumewu, anak:

-Richard Tumengkol,

-Recky Tumengkol




5). Marthin Luther Tumewu-Yulin Manorek (Oleng) 


Anak2 : 
1. Alexius Tumewu Loway, Anak:

- Hanny Tumewu 

- Imbry Tumewu 

2. Maritje Dien Tumewu, anak:

- Frangky Dien

- Steven Dien

- Dian Dien 

3. Jorry Tumewu Raranta, anak:

- Donald Tumewu 

- Sinthia Tumewu 

4. Anneke Wajongkere Tumewu, Anak :

- Seska Wajongkere

- Rif Wajongkere

- AldoMoro Wajongkere 

5. Johana Aseng Tumewu, anak:
- Santi Aseng

- Marsely Aseng

6. Ketty Mawey/Manopo Tumewu, anak:

- Friety Mawey

- Feyti Mawey 

7.  Denny Tumewu Tololiu, anak:

- Aldo Tumewu

- Itos Tumewu

- Margareth Tumewu

8. Rudy Tumewu Masinambouw, anak:

- Jurgen Tumewu

- Andre Tumewu 

- Jens Tumewu 

9. Margotje Ifung/ Sompotan Tumewu, anak:

- Bryan Ifung

- Brilly Ifung

- Beverly Ifung

- Fransisco Tumewu



6). Jan Najoan-Buang Tumewu



anak:
1.Yul Najoan - Eng Tasiam
- Alber
- Maxy
-Denny
-Yolanda
2.Bernat Najoan - Sill Tambuwun
-Bersy
-Rommy 
-Jonathan
3.Yenni Najoan - Novi Mondigir
-Feibe
-Jeiny
-Tonny
4.Deytje Najoan - Meidy Langkay
-Meilan(Alm)
-Jufry
-Marchel
5.Robert Najoan - Meike Rondonuwu
-Treisye
-Gebby
-Hanna
6.Leonart Najoan - Treisye Reppy
-Sandra
-Sandro
7.Nelje Najoan - Henny welley
-Indri
-Fandy
-Firlandi

8.Sonny Najoan - Yolanda Lalelo
-Angga
-Nicole
9.Rita Najoan - Jhon Kindangen
-Sandy
-Angel
-Jurgen



7). Niko Bugi Tumewu-Nona Menajang

anak:

1.Henny Tumewu Alm.

2.Reynold Tumewu Wowor,

- Aprilia Tumewu.

3.Rinny Ontoge Tumewu,

- Nadya Antoge

- Christie Ontoge.

4.Denny Tuwewu.

5.Fonny Tumewu.

6.Glen Tumewu.



8).Weliam Ruus-Frederika Unggu Tumewu

anak:

1.Retty Kapoyos-Laoh

- Raldi Kapoyos

- Novdhi Kapoyos

- Vena Kapoyos

2.Berti Ruus-Lumintang

- Billy Ruus

- Marsel Ruus

3.Vonne Mamahit Ruus

- Valne mamahit

4.Rein Ruus-Walangitan

- Grassella Ruus.

- Grasseli Ruus.

5.Ine Taroreh-Ruus.

- Sindi Taroreh

- Steven Taroreh

6.Lorra Ruus.




9).Yantje Senduk-Paulina Dahelo Tumewu (polin)

anak:
1.Norma Kasehung Senduk

-Ratsen Kasehung

-Axel Kasehung.

2.Vence Senduk Mandagi

-Jeniver Senduk

-Jovi Senduk

-Kimberly Senduk.



10).Alo Tumewu-Yangs Najoan

anak:
1.Ruson Vivi Tumewu
-
2.Frangky Nelson Sumpul Tumewu
-Ikha 
-Nathan
-Cristovel
3.Tonny Tumewu
-
4.Donny Hendry Tumewu
-Donna
5.Vonny Elgrid Neng Tumewu
-


11).Lintje Tasiam Tumewu
- Olaa Tasiam
-Diane
-
-



12).Emes Tumewu -  Pina 



13).Edy Sendow-Intje CiceTumewu

anak:

1.Ireine Seska Sendow

-
-
-
2.Jonly Sendow

-

Jumat, 03 September 2021

TUMEWU MENAJANG PURUNG













TUMEWU MENAJANG PURUNG


(Tumewu Menajang)

1).Engel Tumewu

2).Jan Tumewu

3).Wellem Tumewu

4).Dan Tumewu

5).Oleng Tumewu

6).Buang Tumewu


(Tumewu Purung)

7).Nico Bugi Tumewu

8).Frederika Unggu Tumewu

9).Paulina Tumewu

10).Ferdi Alo Tumewu

11).Lintje Tasiam Tumewu

12).EmesTumewu

13).Itje Cice Tumewu



1.)Engel Tumewu

Anak²:


2.)Jan Tumewu-Hetty Waney

Anak²:

1.Reintje Tumewu, anak:

-Serviana Tumewu 

-Rahel Tumewu.

2.Alfrits Tumewu, anak:

 -Nova Tumewu

-Recky Tumewu.

3.Yutje Yuhana Tumewu, anak:

-Anto Sorongan

-Jemmy Sorongan 

-Yuri Sorongan.

4.Ferry Ruus Tumewu, anak:

-Merry Tumewu

-RudolfoTumewu

5.Maksi Alo Menajang Tumewu.




3.) Wellem Tumewu-Cilly Palar
Anak " 
1.Hengki Tumewu, anak:

-Hetty Tumewu

-Sisko Tumewu

2.Hideki Tumewu, anak:

-Ritta Tumewu

-Nesma Tumewu

-Guntur Tumewu

-Dica Tumewu 

3.Yoce Tumewu, anak:

-Noviane Tumewu

-Jemmy Tumewu

-Anto Tumewu

-Jones Tumewu 

4.Adri Tumewu anak:

-Lorra Tumewu

-Morthen Tumewu

5.Sance Tumewu, anak:

-Donny Lanes

-Novita Lanes

-Noviane Lanes.





4.) Daniel Tumewu-Wilhelmina Potu
anak2:

1.Elisabeth Tumewu(Almh), anak:

-Aronda Maluenseng, 

-Ronald Maluenseng,

-Dei Maluenseng,

-Cecilia Maluenseng

2.Margotje Tumewu(Almh.), anak:

-Dora Tumewu

Ros Tumewu(Almh), anak:

-Mansur Husain,

-Ati Husain,

-Asmaun Husain(Alm),

-Nini Husain,

-Udin Husain

3.Heibert Tumewu(Alm) , anak:

-Donald Tumewu,

-Jelly Tumewu,

-Stenly Tumewu,

-Naeson Tumewu

-Marco Tumewu,

-Hizkia Tumewu

4.Syane Tumewu(Almh), anak:

-James Mogi,

-Jerico Mogi,

-Frangki Mogi,

-Yessi Mogi

5.Alexander Tumewu, anak:

-Yanny Tumewu, 

-Michael Tumewu (Alm.) 

6.Helda Tumewu, anak:

-Olvi Mongdong,

-Oudy Mongdong,

-Yunike Mongdong,

-Ivander Mongdong

7.Olga Tumewu, anak:

-Richard Tumengkol,

-Recky Tumengkol




5). Marthin Luther Tumewu-Yulin Manorek (Oleng) 

Anak2 : 
1. Alexius Tumewu Loway, Anak:

- Hanny Tumewu 

- Imbry Tumewu 

2. Maritje Dien Tumewu, anak:

- Frangky Dien

- Steven Dien

- Dian Dien 

3. Jorry Tumewu Raranta, anak:

- Donald Tumewu 

- Sinthia Tumewu 

4. Anneke Wajongkere Tumewu, Anak :

- Seska Wajongkere

- Rif Wajongkere

- AldoMoro Wajongkere 

5. Johana Aseng Tumewu, anak:
- Santi Aseng

- Marsely Aseng

6. Ketty Mawey/Manopo Tumewu, anak:

- Friety Mawey

- Feyti Mawey 

7.  Denny Tumewu Tololiu, anak:

- Aldo Tumewu

- Itos Tumewu

- Margareth Tumewu

8. Rudy Tumewu Masinambouw, anak:

- Jurgen Tumewu

- Andre Tumewu 

- Jens Tumewu 

9. Margotje Ifung/ Sompotan Tumewu, anak:

- Bryan Ifung

- Brilly Ifung

- Beverly Ifung

- Fransisco Tumewu



6). Jan Najoan-Buang Tumewu

anak:
1.Yul Najoan
-
2.Enat Najoan
-
3.Eni Najoan
-
4.Dey Najoan
-
5.Nelly Najoan
-
6.Obet Najoan
-
7.
-
8.
-
9.Sonny Najoan
-



7). Niko Bugi Tumewu-Nona Menajang

anak:

1.Henny Tumewu Alm.

2.Reynold Tumewu Wowor,

- Aprilia Tumewu.

3.Rinny Ontoge Tumewu,

- Nadya Antoge

- Christie Ontoge.

4.Denny Tuwewu.

5.Fonny Tumewu.

6.Glen Tumewu.



8).Liam Ruus-Frederika Unggu Tumewu

anak:

1.Retty Kapoyos-Laoh

- Raldi Kapoyos

- Novdhi Kapoyos

- Vena Kapoyos

2.Berti Ruus-Lumintang

- Billy Ruus

- Marsel Ruus

3.Vonne Mamahit Ruus

- Valne mamahit

4.Rein Ruus-Walangitan

- Grassella Ruus.

- Grasseli Ruus.

5.Ine Taroreh-Ruus.

- Sindi Taroreh

- Steven Taroreh

6.Lorra Ruus.




9).Yantje Senduk-Polin Tumewu , 

anak:
1.Norma Senduk,

-

-

2.Ventje Senduk.

-

-




10).Alo Tumewu-Yangs Najoan

anak:
1.Vivi Tumewu
-
2.Sumpul Tumewu
-
3.Boro Tumewu
-
4.Toni Tumewu
-
5.Neng Tumewu



11).Emes Tumewu-



12).-Nona Tumewu



13).Edy Sendow-Intje CiceTumewu

anak:

1.Ireine Seska Sendow

-

-
2.Jonly Sendow

-

Minggu, 15 Agustus 2021

Asi Endo Mangewisa Lagu Tontemboan

 Asi endo mangewisa

Cita imbaya e poow

Tumelaus kayoba'an

Wo se poow karoong

Si'tuo maler-aler

Walun pa'alin nange

Asi Lalan Karondoran

Mange mento' Wale Lo'or




Suatu ketika Torang akan meninggalkan kehidupan di dunia ini.

Qt dan torang samua, satu kampung.

So itu torang musti bajaga-jaga

Itulah bekal Torang untuk kembali pa Dia.

Mengikuti jalan yang lurus ke rumah yang damai.

Sabtu, 26 Juni 2021

 "Sa Cawana bene, Si Cita waya ca Tumow"

"Sa Cawana Ate, Si cita waya ca Rondor"

"Sa Cawana Mbale, Si cita waya Cawana Paumungan"



("Kalu Nda Ada Padi, Torang Samua Nda Mohidop"

"Kalu Nda ada Hati, Torang Samua nda Lurus"

"Kalu Nda ada Rumah, Torang Samua So Nda Tampa Tinggal)




📷 Lokasi Sitis Budaya Batu Karema


#Tontemboan #bapontar #Tuama #likeminahasa #sulawesiutara #manado  #likeforlikes #kawasaran #KawasaranKarapiWaya #karapiwaya #savewaruga #LesarikanBudayaMinahasa  #waruga #iyayatusanti #ExploreMinahasa 

#minahasa #manguni #waraney #kabasaran #TuamaLeos #kolintang #kotatomohon #mapalustontemboan #likeforlike #Tomohon #iminahasa #indonesia  #touminahasa  #exploreSulut #BudayaMinahasa

Sastra Kawasaran Sumonder

 COPAT!” (letakkan kaki kanan kedepan) kemudian:

“TUMBAL!” (tombak diletakan berdiri pada sebelah kaki kanan) sekarang:

“KUMURU!” (mengangguk atau membongkok sedikit dengan kepala) kemudian:

“TUMO’OR!” (berdiri tegak lurus). Kemudian menyusul:

“WARENG!” (kembali pada keadaan semula),

“TEMBOIYEN!” (tumbak dipegang kembali) – dan sekarang: (penangkis dipegang).

“IPALA!” (tombak agak dimiringkan, untuk menikam). Sekarang yang akhir:

“WANGUNAN!” (perindah – tusuk dengan tombak; tangan ber-getar2, mata diarahkan ketujuan yang akan ditusuk),

“EH! EH! – IH!” (dan teriakan, berteriak dan menyentak dengan kaki-kiri, dengan kaki- kanan diangkat ke arah belakang, mereka berusaha menikam apa yang di anggap mereka dalam hayalan.

(Komandan memanggil) De aanvoerder roept:

“WARENG!” (kali ini berarti) Perbaiki!) Ditmaal beteekenende: “Herstelt u!”

“RAMBUN!” (tiga langkah ke belakang!”) Drie schreden achteruit!

“TJOPAT!” (kaki kanan ke depan!) Rechtervoet vooruit!

“ITUMBAL!” (letakkan tumbak!) Zet neer de lans!

(sekarang terus bersambung) En nu zonder Tempos:

“WANGUNAN!” ( per bagus! Meloncat, sambil berteriak pula! Eh! Eh! Sampai mereka tenang) Mooi gedaan! Daar springt, en gilt het weer! Eh! Eh! Tot zij tot rust komen. (tapi sekarang mendengung:) Maar nu weergalmt het:

“PAKASA PE!” (satu kali lagi! – kembali terulang permainan yang sama) nog eens – en weder herhaalt zich hetzelfde spel.

“WARENG!” (barisan perbaiki!) zij herstellen zich.

“MASARU!” (berhadapan!) tegenover elkander!

“MELANGKAWIT!” (balikkan badan!) draait elkander den rug toe!

“TUMONDONG!” (sesuaikan barisan saling ber-turut2!) schikt u achter elkander!

“TJOPAT!” (kaki kanan kedepan!) rechtervoet vooruit!

“RUMAMBUN!” (tiga langkah mundur!) drie passen achteruit verzetten,

(dan sekarang:) en nu:

“WANGUNAN MATURA!” (perbagus menikam! – perbagus sambil berteriak: - eh – eh – akhir selesai teriakan dan pandangan – sampai tanda istirahan didengungkan) - mooi gedaan! - Dat gilt en schreeuwt: - eh – eh – eh, dat u hooren en zien vergaat – tot het teeken tot rust gegeven wordt.

(sekarang berarti:) Nu heet het:

“SUMIRI!” - (beri hormat pada orang2 yg diberi penghormatan dengan tarian ini) geeft eer (aan de mensen te wier eer gespeeld wordt)

(mereka membungkuk, sambil menarik salahsatu kaki kebelakang dan menggetarkan tumbak) zij buigen, trekken een voet achteruit en schudden met den sago-sago.

“WARENG!” (kembali!) Weder terug.

“TIMBOIJEN!” (pegang teguh!) Vasthouden

“TUMBAK!” (tikam!) Om te steken

“WANGUNAN!” (perbagus!) Mooi – mooi

“SUMEMBANG!” (mari datang membantu!) Komt elkander te hulp

(empat, lima à enam berlompatan mengelilingi sambil membayangkan sesuatu benda – eh! eh!eh! mereka berteriak sampai musuh telah di kalahkan – Hi – i – i – i – eh!)

Vier, vijf a zes springen rondom een denkbeeldig voorwerp – eh! eh! eh! – gillen zij uit tot de vijand overwonnen is – Hi – i – i – i eh!

“KIPITEN!” (rapatkan barisan, perisai dijepit lengan) Vastsluiten, het schild onder den arm.

“TUMAMOR!” (bunyikan tambur!) Trommelen, tamboeren)

“RUMAMBAK!” (sentakkan kaki, diulangkan menjentak di atas tanah, sekali lagi!) Stamt met de voeten bij herhaling stampen zij op den grond, nog eens.

“WANGUNAN!” (dan penghabisan kali meloncat, tusuk dan berteriak Eh! Eh! Eh!) En voor het laatst springen, steken en gillen Eh! Eh! Eh!


Sastra Kawasaran Tontemboan

 

Kawasaran
Maketer-keter / Kumeter= Sikap Siap Sempurna(Bersiap Kuat)
Wangunen Kelung = Angkatlah Perisai.
Mayo'o kita Mengalei Asi Kasuruan - Marilah kita berdoa kepada Tuhan.
Ulit
Maketer - Bakuat
Sumari Mico - Menghadap Timur.
Maketer -
Sumaru Meko - Menghadap Selatan.
Maketer -
Sumaru Mako - Menghadap Barat.
Maketer -
Sumaru Monge - Menghadap Utara.
Maketer -
Masaruan - Saling Berhadapan.
Tumbalen Kelung - Hentakkan Kelung Ketana.
Sumiri Asi Tuang Wangko - Beri Hormat Kepada Tuan Besar
Tumulung -Berdiri
Wangunen Kelung - Angkatlah Perisai.
Gegeren _ Yero'en - Getarkan atau Goyangkan.
Kumopat - Maju Satu Langka Kedepan,
Pakasape - Sekali Lagi (Pemain Saling Bergadapan Sambil saling Mengancam)
Wareng An Tampa - Kembali Ke Tempat Semula.
Mengkalowitan _ Malongkawitan - Pemain sabil berlari dan tukar tempat.
Masaruan - Saling Berhadapan.
I Yayat U Santi 3 X
Tambor / Tengkor
Sumakale - Angkatlah pedangmu dan Mulailah Menari.
Parasen Lesar - Bersihkan dari Roh Jahat atau hal yg tidak Baik
Pasoen - Saling Memanasi.
(Pemimpin Cari lawan Satu lawan satu)
Mento - Berhenti
Kumoyak

Koyake ya i koyak kee, Koyak Ne Waraney Yo Koyak kee.2x

Koyake ya i Koyak kee, Santi Ne Waraney Yo Koyak kee.2x

Wale ne Waraney Ya Rambu-rambuna yoo Koyak Ke...2x


Mento - Berhenti
Mentalicuran - Saling Balik Belakang.
Kumuru - Merunduk.
Wetaen Kelung, Santi Wo Bengkow - Lepaskan Perisai, Pedang dan Tombak.
Tumulung - Berdiri.
Lalayaan I poka
Tambor Lumionda/Malionda - Menari-Nari.
Mento - Berhenti.
Tambor Lumaya Laya- Bersenang Senanglah. (MaMera-Mera - Pemain sambil Menari dan pegangan tangan)
Mento - Berhenti
Mentalicuran - Saling Balik Blakang.
Kumuru - Merunduk.
Indone Kelung, Santi Wo Bengkow
Tumulung - Berdiri
Mento Ohhh - Berhenti
Sumerar - Berpencar

Tarendem Tontemboan

 “WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh ! (“menyanyi bagus-bagus – eh!) 

(dan semua pemain mengulanginya) 

(Kemudian pemimpin menyanyi kembali:) 

EN TAWI OKKA SI TOWAN BANGKO – eh! (artinya: “karena yg terhormat sudah dekat – (yang diulangi kembali oleh pemain2)

(Diulang) Weder: WO IJERE-ERE IN TJALO’ORAN – eh! (artinya: “Dan cari kebagusan – eh!) 

(di ulangi oleh semua pemain) 

EN NISIRI SI TUWAN EH ROJOR! (artinya: “Untuk penghormatan bagi si pengunjung, yang bagus” 

WO SI AIPATAR IN TANAH WANGKO – eh! (artinya: “Dan yang memerintah pada umumnya tanah yang besar – eh!” (ulang: selanjutnya selalu diulang) 

SE RAIJO WO MANGE TAJANG – eh! (artinya: “mereka yang akan pergi tidak begitu jauh – eh! 

SE MAKALO MAKARETUKAN – eh! (artinya: “mereka adalah kawan pula, kawan persekutuan – eh! 

WO SE MAWEE IN MAKAARUIJEN – eh! (artinya: “Dan mereka pemberi hibur kemakmuran – eh!” 

MAKAARUIJEN WO MAKASALEEN – eh! (artinya: “Hiburan (kemakmuran dan kegembiraan – eh!”: 

ANA WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh! (artinya: “Sebab itu bernyanyilah yang bagus – eh !”) 

IPALO’OR SI TUWAN – EH ROYOR! (artinya: “Untuk menyenangkan perasaan – si tamu yang mulia!”) 

SE MAIJO MALO’O-LO’OR – eh! (artinya: “Yang datang untuk membuat senang” 

WO MEE IN TJALO’ORAN – eh! (artinya: “Dan memberi kesenangan – eh !”:

WO WANGU-WANGUNEN IN TARENDEM – eh! (artinya: “Dan buatlah nyanyiannya yang bagus – eh!”

EN PENEMBO-NEMBON NE TUWAN – eh royor! (artinya: “Agar supaya dilihat oleh tamu tsb, agar ia senang.”

SE MAKALO MAKARETUKAN – eh! (artinya: “Mereka Kawan2 dan kawan Persekutuan – eh!” selalu di ulang.

Sastra Kawasaran Tombulu

Kawasaran.

Makatren - Kuat sikap siap Sempurna
Sumaru Sendangan - Menghadap Timur
Sumaru Timu - Menghadap Selatan
Sumaru Talikuran - Menghadap Barat
Sumaru Amian - Menghadap Utara.
Mahsaruan - Saling Berhadapan
Waunen Kelung - Angkatlah Perisai
Gogoen ung Kelun - Getarkan kelung
Tumbalen kelung - Hentakan Kelung ke Tanah
Sumigi - BeriHormat
Rumendai - Berdiri Siap

Masaruan - Saling Berhadapan
Malalesan - Maju kedepan Tempat lawan
Mazuzutan - Saling Memanasi dengan lawan
Sumoisoi - Mundur ke Tempat Semula
Mahlongkawitan - Maju ke depan Tempat lawan Bermain
Masaruan - Saling Berhadapan
I Yayat U Santi 3X
Tambor.
Pazuen - Saling Memanasi, Pemimpin cari 1 lawan satu.
Mento - Berhenti,
Meimo Kita Kumoyak
Tambor 3x
Koyake yai koyake ke koyak ke waraney yo Koyak keee 2x,
Azo meimo - meimo ko iwali naimo yo koyak kee 2x,
Wale ne Waraney ya Rambu-rambunan yo koyakke 2x.
Sumoisoi - kembali ke tempat semula
I yayat u santi

Mento - Berhenti
Rumungku I Zeta Kelung wo Santi
- Merunduk Lepaskan Pendang dan Perisai
Rumendai - Berdiri
Lalayaan i Poka - Bersenanglah dan Tepuk Tangan 3X
Ma Sigian - Saling hormat seperti berjabat tangan 3x
Rumamba - Hentakkan Kaki 3x
Tambor Malionda - Menari tangan di pinggang
Mento - Berhenti
Tambor Lumaya - Menari Bersenanglah
Mento - Berhenti
I Yayat U Santi
Pemimpin mengarahkan pemain untuk Keluar...

Tentang kawasaran

 


Apa Itu Kawasaran..???
Kawasaran
Adalah tarian suku Minahasa yang dulunya para penari Kawasaran ini disebut Waraney yang keseharian mereka hanyalah Sebagai Petani, namun ketika ada yang datang Mengganggu atau mengacam merekalah yang akang menjaga dan melindungi Desa/Negerinya Kelung Umbanua(Pelindung Negeri/Pelindung Kehidupan).

Tapi karna sudah Dijaman Modern jadi dipakai untuk Mengantar Jenazah para walian, Tonaas dll. Juga Menjemput Tamu para Bembesar presiden, mentri, gubernur, bupati atau orang Penting lainya, dan juga sekarang Biasa dipakai dalam Pesta Pernikahan Membuka jalan.

Titip

 https://www.pornhub.com/view_video.php?viewkey=ph6040ab9ea10ae



Makapulu Sama asi Kasuruan, Pa'paan asi Endo anio si Empung me'e Sangataun ang katouanku wo Winean Keter wo Owak Sama.

Sabtu, 08 Mei 2021

Merengkom, Marongkem Salah Satu Tradisi Tua Minahasa


 Merengkom / Marongkem (Makan Bersama / Makan Pake Tangan dengan Menggenggam)

Tradisi Merongkem Adalah Tradisi Tua Minahasa yang Mungkin di Jaman sekarang sudah jarang di temukan cara Makan Deperti ini Baik Dalam acara Suka Maupun Duka duhukala cara ini yg selalu digunakan.

Merongkem adalah Carah makan yang paling mudah Hanya Menyediakan Daun Pisang/Daun Woka/ Daun Jati dan Daun² yg bisa di jadikan Pengalas untuk Makanan.. 

Karena dulu juga salah satu cara masak TouMinahasa lebih kusus Tontemboan selalu masak menggunakan Bulu (Bambu) entah dari sayur( Sayur Paku, Sayur Gedi, Sayu Pangi, Sayur Saut dll) kalau dari Daging (Daging Babi, dll pokonya hewan yang bisa dimakan dagingnya), Nasi Bambu/Nasi Jaha(Jahe).

Daun² yang telah di sediakan seperti yang disebutkan di atas di taruh di atas Meja atau wadah kemudian Semua yang telah di masak Di Taruh di Atas Daun kemudian di makan Bersama disitulah kemudian muncullah nama Cara Makan Merongkem..




Jumat, 07 Mei 2021

Lagu Amang Kasuruan Tontemboan Minahasa

 


Sejarah Lagu Amang Kasuruan.

Pandangan John Mapaliey tentang “TUHAN” dan proses lahirnya lagu AMANG KASURUAN.

Pengertian dari Rengan-rengan adalah Karengan I kayobaan tumou ( Adam yang bersetubuh dan melahirkan keturunan).

Kasuruan adalah tokoh Adam yang dianggap sebagai tertinggi oleh pandangan orang Minahasa tua saat baru mulai mengenal injil sebagai wujud Allah.

Adam adalah Kasuruan tertinggi.

Ketika mereka mencari penguasa tertinggi yang disebut-sebut dalam ajaran Alkitab, mereka hanya sanggup memahami wujud Allah melalui Adam.

Amang Kasuruan ( Bapa Adam yg sama juga dengan Bapa Tuhan).

Dengan arti luas, Kasuruan adalah : Tuhan Pencipta, yang Ilahi, bersemayam di Surga.

Kata Opô Wananatas memiliki pengertian “yang tertua dan yang tertinggi”

John memahami Tuhan sebagai Kasuruan dari pada memahaminya sebagai Opo Wananantas. Dari pemahaman itu pada tahun 1956 lahirlah lagu berjudul : “Amang Kasuruan”,

LAGU AMANG KASURUAN

Cipt. John Mapaliey

Tahun 1956

Syair bahasa Tountembouan dalam dialek yang digunakan di Rumoong Atas dan pengertiannya dalam adaptasi bahasa Indonesia.

Amang Kasuruan, Bapa Pencipta

Kasuruan Wangkô Pencipta yang besar

Wuka’an nai lalan Bukakanlah jalan

Wayaan nami Tempat kami berjalan

Pa kulu-kulu nai Jamah-jamahlah

Pa loindong-loindongan Lindungi-lindungilah

Pa sule-sulenai Topang-topanglah

wayaan nami Perjalanan kami

Kêli-kêliên nai, Perbanyak-banyaklah

Wutu – wutulên nai Benar-benarkanlah

êm waya-waya Ya semuanya

Kasalé’én Kesukaan

ka’aruyen Penghiburan

ang katouwan nami dalam hidup kami

Tawa-tawangên nai, Tolong - tolonglah,

Aking-akingên nai Papah-papahlah

êm waya-waya Ya semuanya

Ka salệen Kesukaan

Ka aruyên Kesukaan

ang katoan nami dalam hidup kami

Pakatuan pakalowiren umur panjang lanjut usia

Jumat, 19 Februari 2021

Tradisi Luma'Lu Tontemboan Minahasa

    Tradisi Luma'lu Tontemboan Minahasa


LUMA'LU, Tradisi Keluarga Berduka Suku Tontemboan Minahasa

Salah satu Tradisi budaya Minahasa di Tana Tontemboan saat ada duka-cita yaitu melakukan Luma'lu yaitu keluarga berduka (rombongan) mengunjungi peristiwa duka yg berdekatan atau juga mengunjungi tempat² yg biasanya dikunjungi yg meninggal, biasanya di Kebun (Anuma) dan Pasar.

Rangkaian budaya leluhur Minahasa Tontemboan pasca penguburan seseorang adalah sbb :

Ziarah kubur, biasa dilakukan pada jam 04.00 atau jam 05.00 subuh keesokan harinya setelah pemakaman. Diikuti oleh seluruh keluarga (biasanya keluarga yg perempuan pada saat pemakaman tidak ikut ke kuburan pada waktu pemakaman, maka momen ziarah di pagi hari itulah mereka berkesempatan untuk melihat kubur untuk yg pertama kali)

Mowey/Mengalei (berdoa, beribadah) Sekembalinya dari kubur, keluarga sudah ditunggu oleh tetangga, keluarga, jemaat dan masyarakat untuk beribadah pagi. Kegiatan ini bermakna filosofi bahwa keluarga yang berduka tidak ditinggalkan oleh masyarakat dan masyarakat berdatangan untuk mendampingi keluarga.

Melep mamondo,(Minum Bersama) setelah ibadah selesai, segenap keluarga dan masyarakat yang hadir akan minum bersama dilengkapi dgn penganan kue (dahulu kue yg dihidangkan itu dibawa oleh ibu2 yang datang di pagi itu, tapi sekarang kebiasaan membawa kue dari rumah masing2 sudah hilang, sekarang kue itu disediakan oleh keluarga) (Cucur, Brot Goreng, Nasi Jaha dll)

Minamo. Adalah ritual dimana keluarga besar akan menuju ke sumber air, seperti sungai atau pancuran untuk cuci muka (bukan mandi). Ritual ini bermakna bahwa keluarga yang berduka secara simbolik mencuci muka kesedihan, menghanyutkan semua kesedihan dan kepedihan. Kadang kala ritual ini dilengkapi dgn saling bercanda antara lain saling berpancar air, dan membasahi baju atau badan orang lain. Hal ini dilakukan sekedar membangun keceriaan dan berusaha bangkit dari kepedihan hati.

✓apabila ada peristiwa kematian yang terjadi di desa, setelah peristiwa duka di keluarga ini, maka mereka akan melakukan kunjungan ke rumah duka tsb. Biasanya hanya menengok dan langsung pulang (tidak duduk).

✓Dan selanjutnya ada beberapa kegiatan lain seperti ke kebun secara bersama, Keluarga dan Para tetangga melakukan ibadah penghiburan dan di kebun melakukan ibadah sambil makan dan minum ala piknik.

Dahulu, saat Luma'lu di kebun, keluarga² tertentu menyiapkan sajian (sesajen/Omper) yg dipercaya disuguhkan pd yg meninggal. Contohnya Menyiapkan Makanan, atau Meletakkan pakaian dari yang Meninggal.

Bahkan ada beberapa ritual spt Pica Kurek (membanting gerabah di tanah), melangkah di perapian, Meletakkan Pakaian Almarhum/Almarhuma dll, dan juga Beribadah (Mengalei/Sumombayang) Mendoakan Yang Meninggal.berbelanja ke pasar secara bersama,

Di pasar, keluarga berduka berkunjung sambil membeli jualan2 tertentu Tanpa Ditawar, untuk dimasak dirumah yang Berduka., sampai di hari Minggu pertama pasca pemakaman disebut Rumame/Kumawus/ Sumakey...

Inti dari Luma'lu adalah kebersamaan antara keluarga yang berduka dgn masyarakat adat.

Mereka saling menopang, menguatkan dan ini simbol dari KASIH KEPADA SESAMA.

Demikian beberapa catatan Tentang makna Budaya LUMA'LU.

Budaya ini adalah identitas budaya masyarakat Minahasa Tontemboan yang harus dihormati dan dilestarikan

Luma'lu adalah budaya, tradisi rakyat Minahasa Tontemboan yg baik, peninggalan leluhur yang harus kita lestarikan bersaman di Jaman Sekarang, Karena Suda Jarang di Lakukan.

Luma'lu mengingatkan bagi yang masih hidup untuk senantiasa rajin bermasyarakat, hidup berMapalus, rajin bekerja dan rajin beribadah. Karena saat meninggal seseorang akan dikenang pada apa yang diperbuatnya saat hidup. Kegiatan Luma'lu mengenang semua itu...

Awean Si Ma'ai wo Awean Si Mawareng.(Ada Yang Datang dan Ada yang Akan Pergi)

Upus Wo Lelo (Cinta dan Kerinduan)

Makapulu Sama (Terimakasih Banyak)

Pakatuan Wo Pakalowiren (Umur Panjang dan Sehat Selalu)






Jumat, 08 Januari 2021

Doa Katolik Versi Tontemboan

 Doa Katolik Versi Tontemboan


Tanda Salib



Angkarapi Ngaran Si Amang kasuruan,

Wo Si Apo Yesus,

Wo Si Roh Lenas,

Ulit


Dalam nama Bapa,

Dan Putra,

Dan Roh Kudus,

Amin


Salam Maria

Siri' Asi Maria



Siri' asi Maria Mawuta-wuta Ingkamang,
Si Empung Karipi-nu,
Ico ke' Elenas empakasa e wewene,
Wo lenas enouwak-nu ni Yesus,
Santa Maria Inang Empung Wailan,
Loindongen nai cami Kelian kamesea'an,
Asi endo ya sa wo kawisa Cami Mate. Ulit

Salam maria penuh rahmat,
Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita
Dan terpujulah buah tubuh-mu Yesus,
Santa Maria Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini,
Sekarang dan waktu kami Mati. Amin

Doa Bapa Kami
Mengalei Amang Ami
Amang ami an Sorga(Kasendukan)
Wo Le'nasen e ngaran-mu,
Mi'i oka eeng kakolanoan-nu,
Mamuali oka eng kasale'an-nu,
Ambawo in tana, pute nanuntep an Sorga (Kasendukan),

Weanne Nai Cami asi endo Anyo,
Kakanen Cami I Lekepen
Wo Ampungenai Cami si Kamasea'an Ami,
Tanu Cami mawe'e ampung ase kakele-
Ni mema' kamasea'an a Cami,
Wo sia'am eta cami i yununtep-
Em-waya Pangepean,
Ta'an I wekar' I Cami asi waya Lewo.

Ampana'an ico ke' Kakolanoan
Wo Ngkalo'oran wo kawasa
Akar inure-nure. Ulit


Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamu pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin).



PENGAKUAN IMAN
Sahadat Para Rasul.

Yaku Ma'emang asi Amang Kasuruan Makawasa wangko,
Nimema Ing Tana Wo Langit,
Wo si Yesus Kristus, Tuamana Ma'esa-esa, Kasuruan ta,
Si pina owak-owak ampa'pa'an i roh Lenas,
Wo Tumow mai asi mangala'un Maria,
Si nimuleng im Bendu ambawa ka perenta'an i Pontius Pilatus,
Wo ipaku asi kayu Pinelawa, Mate wo Lebeng,
Wo Rumoyor Angkakolanoan im Papate,
Angkatrlu Ngando tumow Anunet e Tou Nimate,
Wo sumosor an Sorga, Lumukut ankakang i Amang Kasuruan makawasa Wangko,
Ambitu oka sia Marengai,
Tumampis (Melur) Se Tou menonow wo se Karapi niMatem,
Yaku maemang si Roh Lenas,
Gereja Katolik wo Lenas,
Wo paumungan e Tou Lenas,
Ka'ampungan ing Kamasea'ang,
Tumow Mareng si Owak,
Katouang ing Ka Ure-ure,
Ulit

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.