Sejarah Lagu Amang Kasuruan.
Pandangan John Mapaliey tentang “TUHAN” dan proses lahirnya lagu AMANG KASURUAN.
Pengertian dari Rengan-rengan adalah Karengan I kayobaan tumou ( Adam yang bersetubuh dan melahirkan keturunan).
Kasuruan adalah tokoh Adam yang dianggap sebagai tertinggi oleh pandangan orang Minahasa tua saat baru mulai mengenal injil sebagai wujud Allah.
Adam adalah Kasuruan tertinggi.
Ketika mereka mencari penguasa tertinggi yang disebut-sebut dalam ajaran Alkitab, mereka hanya sanggup memahami wujud Allah melalui Adam.
Amang Kasuruan ( Bapa Adam yg sama juga dengan Bapa Tuhan).
Dengan arti luas, Kasuruan adalah : Tuhan Pencipta, yang Ilahi, bersemayam di Surga.
Kata Opô Wananatas memiliki pengertian “yang tertua dan yang tertinggi”
John memahami Tuhan sebagai Kasuruan dari pada memahaminya sebagai Opo Wananantas. Dari pemahaman itu pada tahun 1956 lahirlah lagu berjudul : “Amang Kasuruan”,
LAGU AMANG KASURUAN
Cipt. John Mapaliey
Tahun 1956
Syair bahasa Tountembouan dalam dialek yang digunakan di Rumoong Atas dan pengertiannya dalam adaptasi bahasa Indonesia.
Amang Kasuruan, Bapa Pencipta
Kasuruan Wangkô Pencipta yang besar
Wuka’an nai lalan Bukakanlah jalan
Wayaan nami Tempat kami berjalan
Pa kulu-kulu nai Jamah-jamahlah
Pa loindong-loindongan Lindungi-lindungilah
Pa sule-sulenai Topang-topanglah
wayaan nami Perjalanan kami
Kêli-kêliên nai, Perbanyak-banyaklah
Wutu – wutulên nai Benar-benarkanlah
êm waya-waya Ya semuanya
Kasalé’én Kesukaan
ka’aruyen Penghiburan
ang katouwan nami dalam hidup kami
Tawa-tawangên nai, Tolong - tolonglah,
Aking-akingên nai Papah-papahlah
êm waya-waya Ya semuanya
Ka salệen Kesukaan
Ka aruyên Kesukaan
ang katoan nami dalam hidup kami
Pakatuan pakalowiren umur panjang lanjut usia

Mantap , Tuama. Salam Katuari Minahasa. Salam Saudara Tombulu
BalasHapus