Awalnya Seorang Anak Muda Bernama Rafael Tumewu ingin sekali Belajar tentang budaya Lebih kusus Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, sudah ada Kostum yang di Buat Melihat Contoh di Tumpukan Kawasaran yang sudah ada dan juga melihat di Internet.
Anak Muda tersebut selain belajar di internet, karna dia ingin skali belajar tentang Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, dia Bergabung Bersama teman² di desa Kauneran Sonder yang sudah lebih dulu belajar tentang Tarian Kawasaran ini, sebelum di Namakan Kawasaran Sumonder (Penamaan Kawasaran Sumonder Bertepatan Dengan Pentahbisan Gereja Katolik Hati Kudus Sonder), dan Juga Mengajak Saudara Fredy Wowor untuk Melatih Tarian Tradisional Minahasa Kawasaran, karena dia memiliki Buku yang Mencatat tentang sastra tua kawasaran di sonder dari Buku Grafland. Kamipun Belajar tentang Gerak dan pola yang ada sanpai Bisa (Karena Akan Tampil Perdana dalam Pentahbisan Gereja)
Juga Bertanya kepada Guru Utu Semet di Tincep yang mungkin Satu²nya Pemain Kawasaran yang masi ada.
Singkat Cerita
Tersirat di Benak Kenapa Nda beking di Kampung sndiri, dan juga di kampung lainya.
Kemudia dia menemui Kepala desa/Kuntua desa Sendangan satu Bapak Calvin Wangko, dan bercerita tentang Rencana Pembentukan Tumpukan Kawasaran di desa Sendangan Satu, Kepala desapun Sangat senang dan Mengapresiasi tentang usulan tersebut.
Dan Umumkan kepada Masyarakat pada tanggal 30 - Maret - 2017.
Sehingga dimulailah Pencarian Anggota Grub untuk melengkapi,
Orang pertama yang Bergabung Tuama Yuri Sorongan kemudian Tuama Carlos Pesik, Tuama Jendry Tandayu, Tuama Rizal Fibri, Tuama Jurgen Tumewu, Tuama Tino Walukow, Tuama Vikly, Tuama Timothy Untung, Tuama Ratsen Kasehung, dan Tuama Reidy Bandil.
Kami Berlatih agar bisa menampilkan Tarian Tersebut Perdana kepada Masyarakat Sendangan Satu.
Sehabis Menampilkan kepada masyarakat sehingga di kumpulkanya Seluruh anggota untuk Memberi nama Tumpukan Tarian Tradisional Tersebut, dan Berundinglah semua Anggota dan disepakati menggunakan nama KAWASARAN KARAPI WAYA (Teman Semua)
Dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat, hapir setiap hari Kami Berlatih, karena akan menampilkan tarian kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sonder.
Tibalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Dan pawai Pembangunan di tetapkan pada Tanggal 21 Agustus 2017.
Dan di Tetapkan Pula Tanggal 21 Agustus 2017 sebagai Hari Ulang Tahun tumpukan kawasaran Karapi Waya.
Kawasaran Karapi Waya Juga Perna Melatih Pembentukan kawasaran Baru yakni
Kawasaran Temburkaru,
Kawasaran Puserintana,
Kawasaran Tou Kuntung,
Kawasaran Matuari OMK,
Juga Melatih ex-Skul di Sekolah SMK Katolik Santa Familia Tomohon.
Juga Membentuk Komunitas Budaya Mapalus Tontemboan yang Tergabung dari Beberapa Desa.
Di Bawah ini Adalah Foto² Tumpukan Kawasaran Karapi Waya dari Pertama Hingga Sekarang:
Di Bawah ini Adalah Foto² Tumpukan Kawasaran Karapi Waya dari Pertama Hingga Sekarang:












































































